Tampilkan postingan dengan label cuap-cuap manfaat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cuap-cuap manfaat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Januari 2012

Saat aku merasa takut dan cemas

Aku takut, blok keluhan berikut sudah aku lewati:

1. hemopoeitik dan limforetikular
2. respirasi
3. kardiologi
4. digesti
5. neuropsikiatri
6. neurosensoris dan integumentum
7. muskuloskeletal
8. endokrin dan metabolisme
9. uropoietik

Aku takut, seolah blok keluhan tersebut hanya kulewati, kulalui begitu saja, tanpa aku resapi
Aku takut, rasanya aku tak mampu menghapal setiap detail, dari gejala dan tanda, pemeriksaan fisik dan penunjang, diagnosis banding, diagnosis, etiologi, patogenesis, epidemiologi, komplikasi, dan yang terpenting terapi
Aku takut, terkadang aku ini langsung pucat begitu saja saat melihat darah darah itu
Yaa Rabb, sungguh aku takut
Aku takut, bagaimana nanti kehidupan koass, bagaimana nanti saat aku menghadapi kasus kegawatdaruratan
Sungguh aku takut, bagaimana nanti? bagimana nanti? bagaimana nanti?


Kemudian...tiba tiba ada satu bisikan...
Andita Putri, untuk apa kamu takut atas sesuatu yang belum terjadi?bukankah katamu sendiri, mengkhawatirkan sesuatu yang belum terjadi adalah sebuah kesia-siaan dalam diri
Kamu tidak takut yaa jika seandainya Alloh memanggilmu sebelum kejadian-kejadian yang kamu takuti itu terjadi?
Kalaupun Alloh memanggilmu sebelum masa depan yang kamu cemasi dan kamu takuti itu, toh untuk apa kamu takut dan cemas sayang?
Jadi yang manakah yang lebih kamu takuti?


Ya Rabb
Dan kusadari aku adalah makhluk yang lemah di hadapan-Mu
Engkau yang selalu membantu hamba selama ini
Apa yang aku dapatkan, aku miliki, dan aku jalani sekarang ini hanyalah titipan dari-Mu semata
Berawal dari-Mu dan kembali pada-Mu
Harusnya tak perlu kurisaukan lagi atas hal-hal duniawi yang aku takuti
Tak perlu aku stres menyalahkan diri ini jika kenyataan tak sesuai harapku padahal aku sudah berusaha keras
Karena,
Tidak semua yang baik menurutku baik dihadapan Alloh, tidak semua yang aku inginkan aku dapatkan
Alloh lebih tahu yang terbaik untukku
Jadi untuk apa lagi aku risau dan galau
Karena Alloh sudah mempersiapkan masa depan yang indah itu
Tugasku kini harusnya mempersiapkan diri untuk kembali pada-Mu dan menuruti segala perintah-Mu
Berbuat baik dan berusaha sepanjang yang aku bisa

Terima kasih Alloh
Aku tak akan pernah kecewa saat menggantungkan semua hal kepada-Mu
Ya Rabb, bimbinglah aku menuju jalan-Mu

Read More......

Kamis, 06 Oktober 2011

JANJI

Flashback, pagi tadi seusai kuliah, dr. Z tiba-tiba menanyakan apakah janji dokter itu? Saya duduk nomor 3 dari depan dan diujung, posisi yang dekat banget dengan beliau, sontak saya berbicara pelan (iyaaa,saya selalu pelan --") "belajar seumur hidup...." Eh,ternyata beliau mengetahui komat-kamit saya yang gak jelas. "Iya,apa kamu?"beliau bertanya ke saya. Karena waktu disuruh menyebutkan, suara saya pelan (lagi), beliau pun meminta saya berdiri, menghadap ke belakang, dan mengucapkan janji dokter tersebut dengan nyaring. Agak malu, tapi saya beranikan diri, hingga akhirnya terucap
"BELAJAR SEUMUR HIDUP!!!!"
(dengan suara "ehem" nyaring,tapi masih kurang nyaring, sebenarnya saya bisa lohh teriak lantang, BISAAAA! tapi sungkan --")

Janji itu, terpatri di hati. Dan tertempel di dinding kamarku :) ya, sudah sejak 4 bulan yang lalu aku memasang semboyan itu di dinding kamar. Sebagai pengingat dan motivasi tentunya :) makanya aku tahu saat dokternya bertanya,hehehhehe, saya malu dok --" tapi saya bangga telah mengingatkan saudara-saudara saya akan janji kami (cieeeeeeeeee,uhukkkk :p)

Semakin lama, semakin tak jelas catatan saya. Baiklah saya akhiri saja, salah khilaf mohon maaf. Ohya, ada 1 semboyan lagi yang tertempel di dinding kamar, yang saya suka:
"Jangan Membahayakan Pasienmu hanya karena Malas Belajar!"
jleb. jleb. jleb.

Meskipun banyak kata-kata motivasi menghantui, jujur saya pun terkadang futur, kadang ada rasa malas, gak bersemangat. Hmmm,kembali ke NI.......AT........... NIAT NIAT.

#gara gara belajar seumur hidup saya jadi bahan hapakaaan cemaaan ceman --" hohoooo

Read More......

Minggu, 04 September 2011

SURVIVE

Dulu waktu masih zaman sekolah, zaman ranking-rankingan, pernah dengar kutipan ini gak?

"Dapet rengking 1 itu mudahhhh lohhh. Mempertahankannya itu yang susaaahhhh bener."

Saya rasa hal tersebut dapat dianalogikan dengan jalan dakwah ini.
"Masuk dan bergabung itu mudah. Membuatnya bertahan itu yang susah."

Saya menulis sebuah artikel bertema `saat semangat mulai turun`. Tapi, kenyataan sesungguhnya saya tak bisa melaksanakan sepenuhnya, bahkan tips dari saya sendiri sekalipun.
Ya Rabb. Semoga tetep manfaat. Aaamiin.




Ya Rabb
Ingatkan hamba pada perjanjian-perjanjian yang telah hamba buat kepada-Mu
Buat hamba selalu merasakan keagungan-Mu di setiap waktu biar bagaimanapun keadaaan
Merasakan kebersamaan-Mu dalam sepi maupun ramai
Sadarkan hamba untuk terus menghisab diri ini
Ijinkan hamba memberi sanksi atas diri yang telah lalai
Sungguh hamba hanya ingin bersungguh-sungguh beribadah kepada-Mu

Ya Rabb
Engkau selalu menyertai hamba dimanapun hamba berada
Berikan hamba pengalaman untuk ingat kematian dan kehidupan setelahnya
Penuhi bayang pikiran hamba dengan hari akhirat

Ya Rabb
Arahkan hamba untuk selalu melantunkan ayat-ayat-Mu dan merenung
Andai hamba hidup bersama Rasululloh. Haruskan hamba mencontoh sirahnya yang agung
Kumpulkan hamba dengan orang-orang yang mengenal-Mu
Gerakkan hamba untuk terus dzikir, mengingat-Mu apapun kondisi ini
Beri hamba waktu untuk berbekal ibadah nafilah
Saat ini yang hamba butuhkan adalah berkhalwat dengan-Mu ya Rabb. Menangis

Read More......

intermezzo :)

"tugas seorang wanita bukan mencari dan mengejar pria hebat, tetapi memantaskan diri untuk dilamar pria hebat"


#kutipan Pak Mario Teguh, yang saya ubah dengan bahasa saya,hehehe.

Read More......

Perbedaan Vs Pemimpin

Salam.

Entah mengapa, animo masyarakat mengenai perbedaan 1 syawal begitu mengena tahun ini? Mungkin masyarakat kecewa karena katanya "karena hilal setitik, rusak opor sebelanga" wkakakakaka :D #lebay ah #gak juga kaleee :D

Di keluarga besar saya, lebaran pun berbeda. Dan yang berbeda juga, kalau biasanya kita ngumpul pas lebarannya NU, tahun ini dipaksa ngumpul pas lebarannya Muhamadiyah, dengan alasan makanan udah dipesan, karena awalnya bakal ngira lebaran bareng, ckckckkcc. Tapi, yang lebarannya ikut NU, tetap ajah pas ngumpul itu puasa. Kebersamaan tetap berasa, tapi berasa aneh juga karena ada yang rame makan-makan, dan ada yang puasa :D

Kata papa:
"kita itu harus mengikuti pemimpin. Ketika pemimpin memutuskan 1 syawal hari sekian, maka artinya segala konsekuensi kita sudah ada yang menanggung"

Hmmm, BETAPA PENTINGNYA PEMIMPIN!!!

Pemimpinnnnnn.............. Uuuuu... Uuuuu pemimpinnnnnn :D

Read More......

Jumat, 12 Agustus 2011

Dialog Awal Ramadhan


Minggu, 31 Juli 2011.
Jam dinding menunjukkan pukul 15.15 saat aku pulang ke rumah.
Lumayan lelah. Aktivitas hari ini cukup padat. Mulai dari pukul 07.15 berada di gedung DPD untuk persiapan lomba mading dan nonbar acara Iqro. Tapi aku puas. Setelah lumayan lama tidak update acara Iqro. TT.

17.00
Wah, babah (ayah) pulaaaaaang. #larilari nyambut babah
Babah: Put. Ading. Tarawih ! ! !
Aku: Iyalah bah. Siapa imamnya? Jangan babah lah,kena lambat! hehehe
Babah: Kada, babah masih keuyuhan mun jadi imam.
Aku: (dalam hati) Yah, padahal aku pengen tarawih pertama babah yang jd imam,huhuhu
Ading: A, kena jagakan ading mengaji lah?
Aku: Bah, tiap habis tarawih jagakan puput ngaji!harus sesuai tajwid dan makhroj.
Babah: Iih.
Ading: Aa nii pabila menjagakan ading?
Aku: Pas habis tarawih jua ding ay. Kenapa ding? ada tugas ngisi buku ramadhan kah?
Ading: Hiih a ay.

Sehabis tarawih.
Aku: Ding, ayo ngaji.
Ading: Hadang.
Aku: Lajui ding! Buku harian ramadhan itu masuk nilai agama ding ay. Mun kam bolong-bolong isiannya rendah kena nilainya.
Ading: Ya kah a? (bergegas mengambil Al-Quran)
Aku: (dalam hati) apa yang barusan aku katakan pada adekku? memberi motivasi dengan nilai sekolah. Tapi itulah motivasiku dulu mengisi penuh buku harian ramadhan saat masih SD dan SMP. Hmmm.

Saat semakin dewasa, jujur ada rasa ketidaksukaanku dengan sistem buku amal ibadah ramadhan tersebut, semacam bimbang, bukankah amal ibadah yang sesungguhnya dipertanggungjawabkan hanya pada Alloh semata?
Tapi, kalau tidak dengan cara seperti itu, apa yang memotivasi?
Itulah anak-anak.
Mudah sekali memang anak-anak itu meniru.
Mudah sekali disuruh.
Hmmm (dalam hati aku berpikir) Coba kalau dari zaman anak-anak (dari SD misal) sudah disuruh dikasih tugas menghapal Al Qur`an. Hmmm. Anak-anak itu hebat loh. Dia lebih cepat menghapal. Subhanalloh.
Mungkin karena dia masih gak punya dosa kali ya? hihihi.

Kesimpulannya: Mari mendidik anak dengan pengetahuan agama sejak dini, dan sedini mungkin.

Andaikan bisa kembali ke masa kecil.
Aku kan memilih untuk sekolah di madrasah/SDIT, tasanawiyah :D
Serius.
Namun, tak apa.
Inilah yang terbaik dari Alloh.
Alhamdulillah.
Karena masih diberikan kesempatan untuk belajar.
Tidak ada kata terlambat bagi yang sudah terlambat!

Read More......

Sabtu, 30 Juli 2011

Berikan Cinta Kepada Orang Tuamu

QS Lukman ;14

Keberadaan kita di dunia ini lewat perantara ayah dan ibu kita. Kita adalah buah cinta ayah dan ibu yang tentu hakikatnya adalah amanah dari Allah SWT yang dititipkan kepada ortu kita. Oleh karena itu, kita harus berbakti kepada orang tua kita. Ibnu Umar pernah berkata,”Membuat kedua orang tua menangis termasuk kedurhakaan dan dosa besar”. Kemudian dari Abu Bakar berkata bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,”Maukah kalian aku ceritakan tentang dosa yang paling besar?” Kami menjawab,”Ya, wahai Rasulullah”. Beliau bersabda,”Menyekutukan Allah dan durhaka kepada orang tua.”Beliau waktu itu bersandar, maka terus duduk dan bersabda, “Ketahuilah, perkataan dusta”.

Abu Ubaidah at Taimy menutur beberapa kejadian di zaman Rasul yang merupakan contoh berbuat baik kepda orang tua. Yakni cerita tiga orang sahabat yang terjebak dalam gua karena terhalang batu yang besar, di antara mereka ada yang mengatakan, “Tidak ada cara yang mampu menyelamatkan kalian kecuali bertawassul dengan amal soleh kalian. Seorang di antara mereka berdoa, “ Ya Allah saya mempunyai dua orang tua yang lanjut usia dan saya sekeluarga tidak makan dan minum di malam hari sebelum mereka berdua, pada suatu saat saya pernah pergi jauh untuk suatu keperluan sehingga saya pulang terlambat dan sesampainya di rumah saya mendapatkan mereka berdua dalam keadaan tidur. Lalu saya memerah susu untuk malam itu, tetapi mereka berdua masih tetap tidur pulas, sementara saya tidak suka jika makan dan minum sebelum mereka. Akhirnya saya menunggu sambil memegang susu hingga mereka berdua terbangun sampai fajar terbit mereka berdua baru bangun lau meminum susu. Ya Allah jika perbuatan yang telah aku kerjakan tersebut termasuk perbuatan ikhlas karena mencari wajah-Mu, maka hilangkanlah kesulitan kami dari batu besar ini, lalu batu itu pun bergeserdari mulut gua.”

Adapun contoh orang yang berbuat durhaka diantaranya adalah seorang dari bani Qurai bernama Murrah bin Khatab, pernah mengejek orang tuanya dan adakalanya memukul orang tuanya sehingga bapaknya berkata, “Saya besarkan dia tatkala dia masih kecil bagaikan anak burung yang baru lahir yang masih lemah tulang belulangnya. Induknya yang menyuapi makan sampai melihat anaknya sudah mulai berkulit sempurna”. Contoh lain anak yang durhaka adalah putra Umi Tsawab, dia durhaka kepada ibunya karena istrinya yang selalu menghalanginya saat akan berbuat baik kepada ibunya, sehingga ibunya mengungkapkan kepedihan hati dalam sebuah syair, “Saya mengasuhnya di masa kecil tatkala masih seperti anak burung, sementara induknya yang menyuapi makanan dan melihat kulitnya yang masih baru tumbuh. Setelah dewasa dia merobek pakaianku dan memukul badanku, apakah setelah masa tuaku aku harus mengajari etika dan adab?”

Kita yang kini menjadi sombong dan mermehkan ortu kita, sejatinya kita tidak jadi apa apa jika tidak ada mereka. Kita yang kini merasa lebih pintar dari ortu kita, sejujurnya akan terus lemah tanpa kasih sayang mereka dan pertolongan Allah. Seandainya tidak ada para ortu yang kehadirannya menjadi perantara Allah menciptakan kita, kita tidak akan lahir dan berguna seperti sekarang. Itu sebabnya berbakti kepadanya adalah cara terbaik untuk menghargai kasihnya yang tak berbatas dan tak bertepi. Jangan sia siakan kehadiran mereka meski membuat kita kesal karena mereka cerewet dan otoriter. Turuti saja permintaanya asalkan tidak bertentangan dengan ajaran agama.

Selama orang tua kita masih ada, jalin komunikasi yang sehat layaknya dengan sahabat kita. Tapi kalaupun mereka sudah meninggalkan dunia ini, kita bisa berkomunikasi dengan mereka lewat doa. Dari Abu Usaid Malik berkata, “Ketika kami sedang duduk dekat Rasulullah, tiba tiba datang seorang laki laki dari suku bani salamah lalu berkata, `Wahai Rasulullah apakah masih ada sesuatu yang aku dapat lakukan untuk berbakti kepada orang tuaku setelah keduanya wafat. Beliau bersabda, `Ya, yaitu mendoakan keduanya, memintakan ampun untuk keduanya, menunaikan janji, menyambung persaudaraan yang tidak disambung kecuali karena keduanya, dan memuliakan kawan keduanya”.

Jangankan sudah meninggal, masih hidup saja kita harus selalu mendoakan orang tua kita sebagaimana firman Allah dalam QS al israa; 24 yang artinya, “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah,`Wahai Tuhanku kasihilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.

Ada beberapa tips yang dapat kita lakukan untuk memberikan cinta kepada orang tua kita, diantaranya:

1. Ajak diskusi dengan bijak bila mereka belum paham agama

2. Membantu mereka dengan harta atau memenuhi kebutuhannya

3. Senantiasa menghormatinya

4. Berusaha empati

5. Menjadi pembelanya

Jadi, mulai sekarang jangan sia siakan anugerah terbesar dalam hidup kita. Berbahagialah jika kamu masih memiliki orang tua karena waktu berbaktimu lebih panjang. Curahkan cinta, kasih sayang, dan perhatian kepadanya dengan totalitas sebagai wujud bakti kita kepada mereka. Dan ingatlah bahwa Ridho Allah tergantung ridho orang tua, begitu pula sebaliknya murka Allah tergantung murka orang tua.

Read More......

Seberapa Sulitkah IPS?

Ilmu pengetahuan sosial atau yang lebih dikenal dengan nama IPS , sudah tidak asing lagi di kalangan kita.Pelajaran IPS, awalnya diperkenalkan kepada siswa sejak mereka duduk di kelas 3 pada bangku sekolah dasar, dengan tema lingkungan keluarga sebagai pelajaran awal. Namun, sekarang pelajaran IPS sudah diperkenalkan kepada siswa sejak mereka duduk di kelas 1 pada bangku sekolah dasar.Hal ini dikarenakan kurikulum yang sekarang digunakan adalah kurikulum berbasis kompetensi atau yang dikenal dengan istilah KBK.
Seperti yang telah kita ketahui bersama, pelajaran IPS yang semula dikenal sebagai salah satu pelajaran yang tercantum di dalam UAS, kabarnya mulai tahun ajaran 2006/2007 akan ditingkatkan lagi menjadi pelajaran yang tercantum ke dalam UAN bersama dengan pelajaran IPA dan PPKN.
Hal-hal tersebut diatas merupakan salah satu bukti bahwa pelajaran IPS semakin berkembang seiring dengan berkembangnya zaman. Pelajaran IPS kini telah dinilai penting oleh pemerintah, sehingga mereka akan memasukkannya menjadi salah satu pelajaran yang ada di dalam UAN.
Untuk apa belajar IPS?
Belajar IPS bukan hanya untuk mendapatkan nilai yang tinggi saja. Banyak manfaat di dalam kehidupan sehari-hari yang bisa kita dapatkan dengan belajar IPS.
Apa pentingnya ilmu ekonomi?
Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak pernah terlepas dari penerapan ilmu ekonomi. Sebagai manusia, kita memiliki kebutuhan yang tidak terbatas, sebaliknya alat untuk memenuhi kebutuhan manusia sangatlah terbatas. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ekonomi, yaitu “dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil yang maksimal”, maka manusia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.

Apa pentingnya ilmu geografi?
Setiap kejadian yang ada di permukaan bumi tidak lepas dari gejala-gejala geografi. Dengan mengetahui ilmu geografi, kita akan dapat melindungi bumi dari kerusakan.
Apa pentingnya ilmu sejarah
Kita tidak bisa hanya belajar dari pengalaman diri kita sendiri, tetapi juga dapat melalui pengalaman orang lain. Dengan mencontoh keberhasilan yang diraih oleh para tokoh sejarah, kita dapat menerapkannya untuk meraih kesuksesan. Sebagai contoh, pengusaha-pengusha sukses yang ada di Indonesia, dalam meraih kesuksesannya, mereka mencontoh pengalaman-pengalaman dari para tokoh sejarah.
Hal-hal tersebut di atas, hanyalah sebagian kecil dari banyaknya manfaat-manfaat yang dapat diambil dengan mempelajari ilmu pengetahuan sosial. Masih banyak lagi manfaat-manfaat yang sebenarnya dapat kita ambil dari pelajaran IPS. Jadi, sudah jelaskah untuk apa kita belajar IPS ?
Akan tetapi, yang menjadi pokok permasalahan saat ini, apakah tujuan dari pembelajaran IPS sudah sepenuhnya tercapai? Jawabnya tentu tidak. Tujuan dari pembelajaran IPS yang selama ini belum sepenuhnya tercapai dikarenakan adanya berbagai hambatan yang ada di dalam pembelajaran IPS. Hambatan-hambatan di dalam pembelajaran IPS, tidak terlepas dari pihak siswa sebagai objek pendidikan dan guru sebagai subjek pendidikan. Dari seluruh siswa, mungkin ada sebagian yang berpendapat bahwa pelajaran IPS adalah pelajaran yang dinilai cukup sulit bahkan sangat sulit. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil ulangan blok kemarin yang kami anggap sangat mengecewakan. Munculnya anggapan-anggapan seperti ini, tidak terlepas dari berbagai sebab. Mereka yang menilai pelajaran IPS sangat sulit, tentunya memiliki berbagai kendala di dalam mempelajari IPS.
Banyaknya Materi
Ketika kita masih duduk di bangku sekolah dasar, kita hanya belajar IPS dengan 1 buku. Namun, di bangku SMP ini, kita belajar IPS dengan 3 buku, yaitu IPS(ekonomi), IPS(geografi), dan IPS(sejarah). Selain IPS, masih ada ada 1 pelajaran lagi yang mengalami perkembangan, yaitu IPA yang terbagi menjadi IPA(fisika) dan IPA(biologi). Dalam hal ini, IPS-lah yang memiliki pelajaran terbanyak, yaitu 3 mata pelajaran, sedangkan IPA hanya terdiri dari 2 mata pelajaran.
Dengan bertambahnya pelajaran yang ada di dalam IPS, bertambah pula materi-materi yang harus dipelajari. Banyaknya materi ini merupakan kendala kita dalam belajar IPS. Mengapa? Kita akan merasa malas belajar dan tidak bersemangat untuk belajar IPS ketika melihat banyaknya materi yang harus dipelajari bahkan harus dihapal. Bayangkan! Ketika akan mengikuti ujian kelulusan, kita harus mempelajari seluruh pelajaran IPS yang ada, dari kelas 1 sampai dengan kelas 3. Bisa kita bayangkan, berapa banyak buku yang harus dihapal dan dipelajari? Sanggupkah kita?
Kurangnya waktu pembelajaran
Banyaknya materi terkadang tidak sebanding dengan waktu pembelajaran IPS yang hanya 1 kali dalam seminggu. Mengapa dikatakan begitu? Materi semester yang ada di dalam pelajaran IPS terkadang tidak sempat dibahas habis oleh guru yang bersangkutan. Hal ini membuat beberapa guru mengambil tindakan, seperti menyuruh siswa untuk belajar sendiri atau membahas pelajaran tersebut di semester selanjutnya. Tindakan guru tersebut dinilai tepat dalam menghadapi masalah ini. Memang beginilah keadaannya , materi dan waktu bagaikan 2 banding 1.
Sulitnya menghapal
Kendala ini tidak hanya ada pada pelajaran IPS saja, pelajaran yang lain pun juga tidak mudah untuk dihapal. Namun diantara semua pelajaran, IPS-lah yang dinilai sebagai pelajaran yang paling sulit untuk dihapal. Mengapa? Selain karena banyaknya materi yang ada, kendala dalam menghapal IPS terletak pada hapalan yang berupa waktu, nama-nama tokoh, nama-nama tempat, dan lain sebagainya.

Hapalan berupa waktu
Hapalan waktu seperti tanggal, bulan, dan tahun terjadinya sesuatu, sangatlah sulit bagi siswa untuk menghapalnya. Hal ini dikarenakan banyaknya tanggal, bulan, dan tahun yang tercantum di dalam pelajaran tersebut, terutama pelajaran IPS(sejarah). Selain itu, dapat diambil contoh ketika kita menghapal waktu suatu insiden, kemudian kita hapal lagi waktu insiden lain, dan seterusnya. Hapalan yang telah kita hapal tersebut, tidak akan bertahan lama. 2 atau 3 hari ke depan, hapalan tersebut pasti sudah hilang dari benak kita karena masuknya hapalan-hapalan yang lain
Hapalan berupa nama tokoh
Kendala dalam menghapal nama-nama tokoh tidak jauh berbeda dengan menghapal waktu. Nama-nama tokoh dinilai sulit untuk dihapal karena struktur katanya yang rumit. Sebagai contoh, nama dari delegasi Belanda pada perundingan linggarjati dan nama dari pemimpin pertempuran di Sulawesi Selatan, yaitu Prof.Schermerhorn dan Wolter Monginsidi. Contoh ini hanyalah sebagian kecil saja dari banyaknya nama-nama tokoh yang sulit untuk dihapal di dalam pelajaran IPS.
Hapalan berupa nama-nama tempat
Kendala yang ada juga sama dengan hal tersebut di atas. Pelajaran IPS di kelas 3, tidak terbatas pada wilayah Indonesia saja, tetapi sudah mengarah ke dunia. Dalam hal ini, sangatlah sulit untuk menghapal nama-nama tempat tersebut. Seperti misalnya dalam menghapal nama-nama bentang alam yang ada di dunia, menghapal batas-batas suatu negara, menghapal nama-nama kota atau daerah di suatu negara, dan lain sebagainya..

Dengan demikian, sesulit apapun IPS, sudah tidak dapat kita pungkiri lagi karena memang beginilah kurikulum yang ada. Kita tidak dapat lagi mengubah kurikulum yang telah ditetapkan.
Akan tetapi, tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan, begitu pula dengan pelajaran IPS. Cara-cara yang selama ini ditempuh oleh guru, seperti belajar melalui surat kabar, tanya jawab, latihan soal, dan lain sebagainya, dinilai sangatlah bagus. Namun, seperti kata pepatah ”banyak jalan menuju roma”. Dengan kata lain, banyak cara yang dapat ditempuh untuk mengatasi kesulitan di dalam belajar IPS.
Praktek, cara mudah dalam memahami IPS?
Bukan hanya pelajaran IPA saja yang memerlukan pratek. Meskipun tidak ada yang namanya laboratorium IPS, bukan berarti kita tidak dapat melakukan paraktek IPS.
Berbicara tentang praktek, yang dimaksud disini seperti misalnya, ketika siwa sedang belajar IPS, siswa hendaknya tidak hanya belajar di kelas saja, tetapi siswa langsung belajar ke objek pembelajaran. Sebagai contoh, siswa yang sedang mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan bank, hendaknya melakukan praktek dengan pergi ke salah satu bank terdekat.
Akan tetapi, praktek ini tidak terlepas dari berbagai kendala, seperti masalah transportasi yang mengharuskan siswa untuk menguras kocek, masalah waktu yang tersedia, dan lain sebagainya.
Namun, praktek tidak hanya dapat dilakukan di luar sekolah saja, kita juga dapat melakukan praktek di dalam lingkungan sekolah. Hal ini dapat dilakukan melalui kegiatan memerankan peran. Sebagai contoh, ketika siswa sedang belajar sejarah. Selain dengan mendengarkan penjelasan dari guru, siswa pun juga dapat memerankan tokoh-tokoh sejarah itu di depan kelas secara bergiliran. Dengan cara ini, siswa pun akan merasa lebih santai dan rileks dalam belajar. Selain itu, siswa juga akan lebih mudah dalam mengingat pelajaran. Hal ini karena mereka seolah-olah ikut terlibat langsung di dalam kejadian sejarah pada waktu itu.
Menonton televisi yang berkaitan dengan pembelajaran IPS
Sebenarnya hal ini sangat mudah di lakukan karena sudah tersedianya televisi di beberapa kelas. Selama ini guru belum pernah memutar kaset untuk pembelajaran IPS. Hal ini mungkin dikarenakan masih belum ada kaset untuk pelajaran IPS. Untuk lebih ke depannya lagi diharapkan agar tersedia kaset untuk pelajaran IPS. Dengan cara ini, sisiwa akan lebih rileks dan santai serta mudah didalam mempelajari IPS. Misalnya saja, jika kita menonton televisi kita mudah sekali mengingatnya, begitu pula diharapkan pada pembelajaran IPS.
Bertanya, cara mudah untuk lebih memahami seluk beluk di dalam pelajaran IPS?
Bukan IPS namanya jika tanpa seluk-beluk. Seluk-beluk yang dimaksudkan di sini, seperti contohnya seluk beluk mengenai peristiwa yang terjadi setelah kemerdekaan Indonesia, seluk beluk mengenai bentang alam di suatu negara, dan lain sebagainya.
Di dalam mempelajari seluk-beluk, siswa terkadang kurang begitu paham. Untuk mengatasi masalah ini, biasanya di akhir penjelasan, guru menawarkan kepada siswa untuk bertanya hal-hal yang kurang dimengerti. Namun, yang menjadi permasalahan , mengapa hanya 1 atau 2 orang anak saja yang terlihat mengacungkan tangannya? Mengapa siswa lain terlihat enggan untuk bertanya? Selain dikarenakan oleh siswa tersebut sendiri, siswa merasa malas malas untuk bertanya karena tidak adanya dorongan atau motivasi agar mereka rajin bertanya.
Untuk memberikan motivasi pada murid agar mereka rajin bertanya, pernah ada seorang guru yang mengatasi hal ini dengan cara memberikan nilai tambah kepada murid yang bertanya. Hasilnya pun ternyata memuaskan, murid-murid yang awalnya enggan untuk bertanya, menjadi saling berebut dalam bertanya untuk mendapatkan nilai tambah tersebut.
Selain hal tersebut di atas masih banyak cara yang sebenarnya dapat kita lakukan agar dapat mempelajari pelajaran IPS dengan baik. Misalnya kita dapat mengadakan diskusi dengan teman sebangku, belajar kelompok, meringkas pelajaran, dan lain sebagainya. Untuk lebih ke depannya, kita berharap agar tujuan pembelajaran IPS dapat tercapai sepenuhnya, tentunya dengan usaha keras dari kita semua.

Read More......

Minggu, 17 Juli 2011

MANIKAM PERTAMA

Apakah saya tahu

bahwa saya akan melakukan pekerjaan yang tidak pernah akan kembali lagi?... apakah saya sudah mempersiapkan bekal yang cukup untuk perjalanan itu?

Apakah saya sudah

membekali diri dengan amal saleh sebagai penenang gelisah di liang kubur nanti?

Berapakah usia saya saat ini?

Berapa lama lagi saya akan hidup? Apakah saya menyadari bahwa setiap permulaan itu pasti ada akhirnya, dan akhir dari segalanya adalah surga atau neraka?

Apakah saya pernah membayangkan

ketika malaikat turun dari langit untuk mencabut ruh saya, dan saat itu saya dalam keadaan tak sadar?

Apakah saya pernah membayangkan hari itu,

saat terakhir dalam hidup saya, ketika saya berpisah dari keluarga, anak-anak, kekasih, dan para kerabat? Itulah kematian dengan masa-masa sulit menjelang kedatangannya beserta penderitaannya. Itulah kematian… itulah kematian!

Setelah ruh berpisah dari jasad, saya dibawa untuk dimandikan dan dibungkus dengan kain kafan. Orang-orang membawa saya ke mesjid untuk dishalatkan. Selanjutnya saya dipanggul di atas punggung banyak orang. Ke mana? Ke kuburan, ke tempat persinggahan pertama alam akhirat. Bisa jadi kuburan itu merupakan taman di antara taman-taman surga, atau sebuah liang di antara liang-liang neraka.

Saya belajar dari kegagalan saya!

Sumber: Menjadi wanita paling bahagia (DR. Aidh al-Qarni)

DITULIS SETELAH MELIHAT BERBAGAI TAYANGAN TELEVISI yang mengecewakan.

Read More......

Senin, 13 Juni 2011

ISLAMIC UNITY

Minggu, 12 Juni 2011, KSI ASY-SYIFA telah sukses mengadakan Celestial Training "Get the Guidance for Islamic Unity". Acara ini dihadiri teman-teman dari luar Fakultas Kedokteran juga. Apabila saya disuruh menentukan 1-10 untuk skor acara ini, dimana 1=buruk, 10=sempurna. Saya kasih skor 9 deh!!!
Terima kasih banyak kepada Ustadz Felix atas inspirasi, motivasi, semuanya. Benar-benar menjadi jawaban atas sejuta tanda tanya yang berputar di benak saya.
Well, sebenarnya Ustadz Felix udah pernah datang ke FK waktu acara Achievement Motivation Training. Mungkin karena waktu itu jadi panitia, kesana kemari, mengatur kelompok halaqah, mencari-cari murabbi, jadinya kurang bisa menyimak materi yang disampaikan beliau.
Nah kemarin, Alhamdulillah bisa jadi peserta, duduk manis, dengerin taujh yang disampaikan beliau. Luar Biasa. Kagum. Pengen bisa berbicara cepat, lantang, menarik seperti beliau. Gak cuman gaya bicaranya yang saya suka, materinya jauh lebih nikmat.
Sejujurnya saya ingin bercerita dan berbagi lebih mengenai materi yang saya dapat. Tapi apa boleh buat, waktu saya terbatas, saya sangat sibuk (sok sibuk! Maklum pembaca :D ) Beneran. Serius. Sempat ada yang bilang gini, kamu sih kebanyakan ikut macam-macam. hu ha hu ha hu. Bener juga yaa, coba kalau saya gak ikutan banyak organisasi, tugas-tugas saya gak sebanyak itu. Hiks. Huaaaaaaaaaaaa.
Apakah saya menyesal? Jelas tidak!
Karena saya banyak belajar dari tugas-tugas saya itu. Belajar membagi waktu. Belajar begadang. Belajar mengelola stres yang kaga ketulungan yang rasanya bikin kepala mau pecah (ceilaa, lebay).
Ya. Jadi. Itu semua adalah PILIHAN saya.

Life is choice. Jadi inget Ust. Felix. Kembali lagi ke Celestial Training! (asliii, gak nyambung. Maaf pembaca, kalau saya menulis, apapun itu, baik cerpen, puisi, cerita biasa, pasti kemana-kemana. Contohnya sekarang ini. So, maklum aja bro sist!)
Tadi kan saya mau cerita materi tentang Islamic Unity. Langsung saja, daripada entar saya neglantur lagi. Inti/kesimpulannya saja ya, kan saya udah paparkan saya sangat sibuk, jadi gak bisa cerita panjang lebar. Ini dia.cekidot:
  1. Jangan salahkan yang namanya TAKDIR.
  2. Jangan jadikan HIDAYAH sebagai alasan.
  3. Jangan bingung saat kau temukan banyak HARAKAH, karena intinya kita satu aqidah, bergabunglah dengan salah satunya, tak ada yang salah dan tak ada yang paling benar.
  4. Ayo kita berjuang mewujudkan NEGARA dengan sistem ISLAM.
  5. Dengan atau tanpa kita, KEJAYAAN ISLAM PASTI AKAN BANGKIT. Dakwah tak butuh kita, kitalah yang membutuhkan dakwah.
Hmmm, anda masih penasaran? Tunggu kelanjutan ceritanya :))

Read More......