Sedang mencari ide
Kamis, 27 Oktober 2011
Kamis, 06 Oktober 2011
intermezzo :)
JANJI
Jumat, 30 September 2011
Pahlawan di Balik Layar
Bila kalian pernah berkunjung ke Mesjid Kampus, yang letaknya tak jauh dari gedung Fakultas Kedokteran UNLAM Banjarbaru, cobalah perhatikan. Kalian akan menemui sosok-sosok perempuan dengan jilbab yang lebar. Kemudian akan terlihat pula kumpulan lelaki yang duduk bersila dan tampak serius, beberapa dari mereka ada yang berjanggut, maka aku adalah salah satu dari kumpulan lelaki yang biasa disebut ikhwan, sebutan yang aku rasa telah mengalami penyempitan.
***
“Tidak bisa! Silakan kamu keluar!”
Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Aku yang sedari tadi duduk kaku menahan gugup, takut, penuh harapan, kini seolah tak dapat berbuat apa-apa. “Ya Rabb tolong hamba.” batinku. Kukumpulkan kembali puing-puing semangat dan keberanian.
“Maaf sebelumnya Pak, apakah Bapak masih bisa mempertimbang…”
“Cukup!”
Tak sempat kuselesaikan, Pak Nurdin begitu cepat mengambil alih kendali.
“Saya tidak setuju dengan alasan Pendidikan Agama sudah termasuk mata kuliah yang wajib diambil setiap mahasiswa. Kalau kalian ingin membuat kajian Islam intensif umum yang sifatnya wajib untuk mahasiswa muslim, itu sama saja mubazir!” lontar Pak Nurdin lantang.
“Baik Pak, terima kasih.” jawabku singkat. Jujur,aku malas berdebat dengan beliau. Posisi beliau yang tercatat penting membuat aku enggan seolah tak ingin mencari masalah.
“Silakan kalian membuat kajian seperti itu. Toh selama ini, saya tidak pernah kan melarang kajian Islam yang diadakan KSI. Perlu ditekankan, kajian Islam itu sifatnya wajib untuk yang anggota KSI saja. Kecuali semua mahasiswa di kampus ini anggota KSI, baru saya ijinkan. Ha ha ha ha. Dipikir semua orang suka apa ikut kajian. Sana keluar! Saya sibuk.” ucap beliau sembari tersenyum sinis.
“Iya Pak. Assalamu`alaikum.” kuucapkan salam sembari keluar dari ruangan ber-AC ini.
***
“Hei. Akh Rija…”
Sayup-sayup kudengar ada yang memanggil namaku. Pasti seorang Ikhwan. Jelas saja, dia memanggil dengan sebutan Akh. Sebutan yang seolah hanya milik kelompok Ikhwan saja. Mahasiswa biasa yang bukan aktivis, seakan tak berhak menyandang gelar Akhi Ukhti. “Ck ck ck ck. Salah besar.” gumamku.
“Assalamu`alaikum.” salam seseorang sambil menepuk pundakku.
“Wa`alaikumussalam.” jawabku sambil menoleh. “Akh Fariz. Yang tadi memanggil ya? Afwan akh.”
“Santailah. Ada apa Akh? Nampaknya antum begitu lesu?”
“Begini akh, proker kaderisasi ana, kajian Islam intensif umum yang ana usulkan wajib dan dimasukkan dalam mata kuliah Agama, ternyata tidak disetujui oleh Pak Nurdin.”
“Inna lillah. Sabarlah Akh, Kita pasti akan berhadapan dengan beragam cobaan sebagaimana para dai generasi sebelumnya sejak Rasulullah . Kader dakwah harus tegar Akh dalam menghadapi ini semua.”
“Subhanallah. Luar biasa akh. Ana bersyukur punya saudara seperti antum. Syukron Akh.”
“Afwan. Inilah pentingnya kekuatan ukhuwah Akh. Oh iya, di Masjid Kampus sore ini ada kajian dengan Ustadz Rachman tentang Al Ghozwul Fikri. Datang ya Akh!”
“Insya Allah, nanti ana jarkomkan juga ke tiap angkatan Akh.”
“Sip.”
***
Jika kebetulan kalian bertanya kepada setiap mahasiswa di Kampus ini, bisa dipastikan jika mereka pasti selalu menerima jarkom sms terkait kajian yang diadakan Kelompok Studi Islam (KSI). Tapi, bisa dipastikan jika hanya 1 atau 2 bahkan mungkin tidak ada mahasiswa Muslim di luar anggota KSI yang mau berhadir. Hingga akhirnya terciptalah sebutan 4L (Loe Lagi Loe Lagi) untuk mereka para Ikhwan dan Akhwat yang rutin datang. Fenomena ini bukan rekaan, murni tanpa skenario.
***
Kulangkahkan kaki memasuki masjid kampus.
Sungguh sejuk mesjid ini. Angin sepoi-sepoi berembus, membuat aku lupa akan kejadian tadi pagi. Dengan saksama kudengarkan ceramah oleh Ustadz Rachman.
“Ikhwah Fillah, Al Ghozwul Fikri artinya perang pemikiran. Metodenya sekarang adalah 3F, Food, Fashion, dan Fun. Berhati-hatilah wahai Ikhwah Fillah.”
“Luar biasa usatadz ini.” batinku.
Tak terasa waktu menunjukkan pukul 18.00 WITA, kajian pun berakhir.
Kunyalakan mesin motorku. Kutancap gas menuju rumah kontrakan yang letaknya cukup jauh dari kampusku. Di tengah perjalanan, aku berpapasan dengan seorang lelaki tua yang bersepeda di pinggir jalan. Kuturunkan kecepatan hingga 20 km/jam. Kulihat lewat spion, siapakah lelaki itu, rasa-rasanya aku kenal. Benar saja. Pak Jarno rupanya, satpam yang biasa bertugas membuka dan menutup seluruh gedung di Kampus, pernah juga kulihat beliau membersihkan ruangan. Kemudian aku berlalu, moodku enggan menegur beliau.
***
”Baiklah kita akhiri majelis ilmu ini dengan mengucap hamdalah, istighfar, dan doa kifaratul majelis”
“Subhaanakalloohumma wa bihamdika ayhadu allaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubuilaik”
Tiba-tiba seorang akhwat mengagetkanku. “Akh, kami ijin duluan soalnya takut pulangnya magrib.”
“Tafadhol Ukh.” jawabku tegas.
Satu per satu ikhwah meninggalkan ruangan. Aku tertinggal sendiri karena harus menyelesaikan amanah sebagai koor perlengkapan. Dengan sigap kurapikan kursi-kursi, kusimpan LCD dan laptop, kumatikan AC, kemudian aku beranjak keluar. Alangkah terkejutnya saat aku berpaling usai menutup pintu.
“Pak Jarno.” spontan aku menyapa.
“Udah selesai nak acaranya?” sahut Pak Jarno.
“Alhamdulillah sudah Pak.”
“AC dan kursi di dalam?”
“Oh, sudah Pak tadi saya bereskan.”
Pak Jarno sejenak diam. Kemudian berkata “Makasih nak, Bapak udah dibantu.”
“Wah, Bapak ini kayak apa aja, memang sudah tugas saya Pak. He he he.”
“Enggak nak, ini memang menjadi tugas saya.” Pak Jarno tersenyum.
Ku balas senyum beliau. Kemudian aku teringat, ada sisa konsumsi 1 nasi kotak. Kuserahkan saja kepada beliau pikirku.
“Ini buat bapak.”
“Wah gak usah repot-repot, buat kamu aja.”
“Ambillah Pak, ini rezeki untuk Bapak.”
Pak Jarno langsung mengambil seraya berkata “Makasih Nak. Boleh aku tahu siapa namamu?”
“Saya Rija, Pak”
Itulah sekilas perkenalan dengan Pak Jarno. Bukan siapa-siapa. Bukan orang istimewa setingkat Pak Nurdin. Namun sejak saat itu, tiap kali kami berpapasan, selalu saling tegur dan sapa. Parah juga, aku yang sudah hampir 2 tahun di kampus ini, baru sekarang berkenalan dengan beliau.
***
Sore hari, seusai pulang Syuro. Aku bermaksud mengambil titipan di pos satpam. Ada Pak Jarno tentunya. Tiba-tiba beliau langsung bertanya.
“Ja, boleh bapak nanya sesuatu?”
Sontak aku kaget. Kali ini Pak Jarno begitu serius. “Iya Pak, silakan.” jawabku.
“Nak, bapak percaya kalau kamu bukan pengikut aliran macam-macam dan sebagainya. Iya kan?”
Deg. Penyataan sekaligus pertanyaan ini seolah menghantam dadaku.
“Eh, iya pak, memangnya ada apa Pak?” aku balik bertanya.
“Entah mengapa nak, ada saja yang berpikiran negatif dengan aktivitas kalian. Mungkin.., karena kalian nampak begitu sibuk dengan berbagai aktivitas.”
“Begini Pak, insya Allah yang kami lakukan ini murni untuk menolong Agama Allah, menegakkan syariat untuk mewujudkan kampus serta masyarakat yang madani, Pak.” tuturku singkat.
***
Kini aku lebih akrab dengan Pak Jarno dan beberapa satpam serta cleaning service lainnya. Dari merekalah, aku mengetahui unek-unek mereka selama ini dengan mahasiswa. Kekesalan saat ada beberapa mahasiswa yang kurang bertanggung jawab, berbicara kurang sopan, kadang suka memerintah, dan selalu minta dilayani. Termasuk beberapa pandangan mereka mengenai aktivis kampus.
“Kalau menurut bapak, aktivis itu memang terlihat eksklusif di mata masyarakat. Wong penampilannya saja udah sangat beda. Yang laki kumpulnya sama laki, yang wanitanya gak mau kalau berjabat tangan dengan laki-laki.” Pak Jarno berurai panjang lebar.
“Saya minta maaf sebelumnya Pak. Untuk soal pakaian atau mungkin tingkah laku kami selama ini. Bukannya kami ingin tampil berbeda dengan orang kebanyakan Pak, tetapi apa yang kami lakukan ini semata-mata memang sudah kewajiban yang tercantum di dalam Al-Qur`an.” tanggapku dengan lembut.
“Iya nak, untuk itu bapak setuju. Gini aja pesan Bapak…” Pak Jarno sesaat terdiam.
“Cobalah sedikit lebih peka nak!”
Jlebbb. Aku terdiam. Sungguh dalam kata-kata beliau.
Hening sejenak.
Tiba-tiba selintas ide muncul, berputar-putar dibenakku.
***
# ide apakah itu? karena cerpennya gak menang, jadinya gak dilanjutin deh, biar pembaca penasaran, hahaha :D
Read More......Softdrink dan Masalah pada Otot
Salam super! Memasuki bulan ke-10, HIMA PSPD berharap agar rekan mahasiswa semakin optimis dan sehat.
Softdrink, cola, atau minuman bersoda pasti sudah tak asing lagi bagi kita. Tak sedikit rekan mahasiswa yang memilih minum softdrink saat berkumpul seusai kuliah atau sekedar nongkrong di sebuah tempat makanfastfood misalnya.
Para ahli memperingatkan, minum terlalu banyak softdrink dapat menyebabkan penurunan kadar kalium atau yang disebut hipokalemia. Apakah hipokalemia itu? Konsentrasi kalium ekstrasel normalnya diatur dengan tepat kira-kira 4,2 mEq/L, jarang sekali naik atau turun lebih dari 0,3 mEq/L. Nah, pengaturan yang tepat ini sangatlah penting karena banyak sekali fungsi sel yang sensitif terhadap perubahan konsentrasi kalium ekstrasel ini. Ternyata sel kita kalau sudah sensitif lebih bahaya daripada mahasiswa yang sedang galau. Contoh: kalau kelebihan konsentrasi kalium ekstrasel (hiperkalemia) bisa mengakibatkan henti jantung, bahaya kan! Begitu juga kalau kehilangan sedikit kalium ekstrasel dapat menyebabkan hipokalemia yang tak kalah bahayanya apabila tidak ada respon kompensasi yang cepat dan tepat.
Sebuah studi menemukan penurunan kadar kalium dapat menyebabkan masalah pada fungsi otot yang vital, berupa kelemahan ringan atau lumpuh sementara. Studi kasus yang dijelaskan di International Journal of Clinical Practice edisi Juni 2009, mengatakan "Kita yanglebih banyak minum softdrink dibandingkan sebelumnya, akan mendapatkan sejumlah masalah kesehatan, termasuk masalah gigi, demineralisasi tulang dan pengembangan sindroma metabolik dan diabetes”.
Ada banyak bukti bahwa konsumsi cola berlebihan mengarah ke hipokalemia. Dr. Elisaf mengatakan tiga bahan paling umum dalam cola yaitu glukosa, fruktosa dan kafein, dapat memberikan kontribusi pada hipokalemia. Peran masing-masing bahan dalam patofisiologi hipokalemia yang diinduksi cola belum ditentukan dan mungkin berbeda untuk setiap individu. Namun demikian, dalam sebagian besar kasus yang dikaji, kafein diperkirakan memainkan peran yang paling penting. Namun demikian, meskipun produk cola bebas kafein, masih pula dapat menyebabkan hipokalemia karena kandungan fruktosanya dapat menyebabkan diare," kata dr. Elisaf. (NFA).
Bagaimana sobat mahasiswa? Mari kita kurangi atau mungkin tinggalkan sama sekali yang namanyasoftdrink. Mahasiswa harus hidup sehat. Selama kita beraktivitas, bahkan tidur sekalipun, sel tubuh kita tidakpernah berhenti bekerja, metabolisme sel-sel terus berjalan dan air dalam tubuh membantu sel-sel bekerja. Jadi, mari kita bantu sel dengan mengonsumsi air putih 8 gelas perhari. Tahukah sobat? Dalam proses tumbuh kembang, berat fetus 90% terdiri dari air, pada bayi baru lahir 70-80%, sedangkan pada orang dewasa 50% (IKA FKUI). Otak dan darah adalah organ yang memiliki kandungan air paling tinggi. Wah, betapa pentingnya air! Mari minum air tapi jangan sembarang air, lalu, air yang seperti apakah? Ah, mahasiswa pasti sudahmengetahui syarat air yang sehat. Selamat minum air untuk selamatkan 100 trilyun sel tubuh! WASAKA!
Oleh: mahasiswi smt 5 yg memikirkan KTI
memori sahabat
KAGUM sama BEDAH dan ORTHOPEDI
Rabu, 28 September 2011
untitled
Minggu, 04 September 2011
sabtu 3 september 2011 pukul 10.30
:) tersenyumlah. Lanjutkan perjuangan anda! sejauh ini begitu membanggakan. Biarkan menjadi salah satu motivasi untuk saya!
Read More......SURVIVE
Dulu waktu masih zaman sekolah, zaman ranking-rankingan, pernah dengar kutipan ini gak?
intermezzo :)
"tugas seorang wanita bukan mencari dan mengejar pria hebat, tetapi memantaskan diri untuk dilamar pria hebat"
Perbedaan Vs Pemimpin
Salam.
MAAF
Aku menyesal untuk saat saat aku kehilangan kendali
Untuk saat saat aku bersikap kasar
Untuk semua hadiah yang diberikan
Dan lupa kuucapkan terima kasih
Untuk semua cinta yang pernah kau berikan padaku
Dan lupa kubalas
Untuk saat saat kau bersikap sabar
Sesuatu yang kadang kulupakan
Aku menyesal untuk semua sahabat
Kepada siapa aku bersikap kasar
Untuk semua orang yang kutertawakan
Aku telah bersikap bodoh
Aku tidak bisa melihat melampaui ketidaksempurnaanmu
Aku tidak bisa melewati kepongahanku
Kuinjak injak perasaanmu
Tinggi aku menyanjung diri
Aku menyesal atas semua kebohonganku
Kepada siapa aku bersikap kasar
Untuk semua orang yang kusakiti
Tiada hari yang tidak kusesali
Dan ingin kuulang kembali
Satu satunya orang yang kupedulikan hanyalah aku dan aku
Kini aku benar benar menyesal
Seandainya kau bisa melihat
Aku menyesal atas semua perbuatanku
Untuk semua orang yang kukecewakan
Aku hanya meminta kesempatan lagi
Agar aku bisa mengendalikan semua sebagaimana mestinya
Aku tahu aku terlambat
Perbuatanku tidak bisa di hapus
Kini aku sadar bahwa aku salah
Dan aku minta maaf pada kalian semua
Sahabat...
Jumat, 12 Agustus 2011
PONDASI :) :) pondasi
gambar diambil disini
Assalamu`alaikum. Pernah mendengar kata “bangunan”?atau sudah tahu bahkan paham apa itu bangunan?
Ya. Islam bisa kita ibaratkan sebagai bangunan. Bangunan kan pasti punya komponen penting, yaitu pondasi, tiang, dinding, dan atap. Begitu pula Islam. Anda penasaran? Mari kita bahas satu-satu!
PONDASI.
Apakah rumah bamboo memiliki pondasi yang sama dengan gedung pencakar langit? Jawabnya pasti tidak kan? Artinya, bangunan yang tinggi harus memiliki pondasi yang kuat. Begitulah Islam, tertinggi, tidak ada yang lebih tinggi dari Islam. Jadi, apakah pondasinya? Ya benar jawabnya adalah AQIDAH yang terangkum dalam syahadatain dan enam rukun iman.
BANGUNAN
Bangunan ini terbagi menjadi TIANG dan DINDING.
Rukun islam pertama tadi kan sudah jadi pondasi, lalu kemana 4 rukun islam lainnya? Jawabnya mereka itulah tiangnya. Ayo sebutkan apa saja TIANGnya! Ya ada SHALAT, PUASA, ZAKAT, HAJI.
Ehem, ada pondasi ada tiang, bagaimana? Apakah anda mau tinggal di bangunan yang hanya berpondasi dan tiang? Jawabnya pasti tidak kan ya? Kita perlu dinding yang diapit tiang tersebut. Apa ya dindingnya? Nah ternyata yang jadi DINDING adalah SISTEM (SISTEM SOSIAL, POLITIK, EKONOMI, BUDAYA). Jadi seharusnya, semua sistem itu berdasarkan Islam. Kalau tidak, kebayang gak seandainya kita diam di rumah bolong tak berdinding? Tidak ada yang melindungi kita kan? Kacau lah jadinya. Kalau ada debu-debu bertebaran kita kena, kalau panas kita ikut kepanasan, hujan kehujanan, alhasil kita akan terwarnai oleh pengaruh luar, karena kita gak punya dinding atau sistem yang melidungi tadi.
ATAP
Pondasi udah, bangunan jadi, tapi kalau gak ada atap? Terancam hancur juga bangunan kita. Nah ATAP yang akan melindungi kita dari hujan panas adalah JIHAD dan DAKWAH.
Nah contohnya kalau kita melihat kembali sejarah, jatuhnya khilafah islamiyah terakhir karena umat Islam kehilangan perlindungan.
Bagaimana sekarang?
Ehem, karena sekarang ini dinding bangunannya saja sudah ada yang bolong, sistemnya tidak sepenuhnya sistem Islam, maka umat Islam mudah terkena pengaruh dari luar.
Misalnya: JIHAD kesannya identik dengan teroris, padahal itu SALAH BESAR!!!
Kemudian banyak yang menganggap kalau berdakwah itu cumin tugasnya para alim ulama saja. Padahal, DAKWAH itu WAJIB mamen, SESUAI DENGAN KEMAMPUAN. Jadi gak ada lagi alasan untuk menolak gabung dakwah, sambil berdakwah sesuai dengan kemampuan kita, kita juga harus sambil mengUpgrade diri.
Manusia yang paling mulia adalah yang berdakwah loo. Gak percaya? Buka Al Quran surah 41 ayat 33 deh.
Lalu ada yang gak mau sistem kita menjadi sistem Islam karena negara kita bukanlah negara Islam. So what, yang mana yang lebih kamu cintai???
Yakin dan Percaya akan semua Janji-Nya!
Read More......Dialog Awal Ramadhan
Sabtu, 30 Juli 2011
intermezzo :)
saya adalah sekarang. bukan masa lalu. saya sekarang melangkah menuju masa depan tanpa sedikit pun peduli dengan masa lalu saya (andita, mahasiswi)
Berikan Cinta Kepada Orang Tuamu
QS Lukman ;14
Keberadaan kita di dunia ini lewat perantara ayah dan ibu kita. Kita adalah buah cinta ayah dan ibu yang tentu hakikatnya adalah amanah dari Allah SWT yang dititipkan kepada ortu kita. Oleh karena itu, kita harus berbakti kepada orang tua kita. Ibnu Umar pernah berkata,”Membuat kedua orang tua menangis termasuk kedurhakaan dan dosa besar”. Kemudian dari Abu Bakar berkata bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,”Maukah kalian aku ceritakan tentang dosa yang paling besar?” Kami menjawab,”Ya, wahai Rasulullah”. Beliau bersabda,”Menyekutukan Allah dan durhaka kepada orang tua.”Beliau waktu itu bersandar, maka terus duduk dan bersabda, “Ketahuilah, perkataan dusta”.
Abu Ubaidah at Taimy menutur beberapa kejadian di zaman Rasul yang merupakan contoh berbuat baik kepda orang tua. Yakni cerita tiga orang sahabat yang terjebak dalam gua karena terhalang batu yang besar, di antara mereka ada yang mengatakan, “Tidak ada cara yang mampu menyelamatkan kalian kecuali bertawassul dengan amal soleh kalian. Seorang di antara mereka berdoa, “ Ya Allah saya mempunyai dua orang tua yang lanjut usia dan saya sekeluarga tidak makan dan minum di malam hari sebelum mereka berdua, pada suatu saat saya pernah pergi jauh untuk suatu keperluan sehingga saya pulang terlambat dan sesampainya di rumah saya mendapatkan mereka berdua dalam keadaan tidur. Lalu saya memerah susu untuk malam itu, tetapi mereka berdua masih tetap tidur pulas, sementara saya tidak suka jika makan dan minum sebelum mereka. Akhirnya saya menunggu sambil memegang susu hingga mereka berdua terbangun sampai fajar terbit mereka berdua baru bangun lau meminum susu. Ya Allah jika perbuatan yang telah aku kerjakan tersebut termasuk perbuatan ikhlas karena mencari wajah-Mu, maka hilangkanlah kesulitan kami dari batu besar ini, lalu batu itu pun bergeserdari mulut gua.”
Adapun contoh orang yang berbuat durhaka diantaranya adalah seorang dari bani Qurai bernama Murrah bin Khatab, pernah mengejek orang tuanya dan adakalanya memukul orang tuanya sehingga bapaknya berkata, “Saya besarkan dia tatkala dia masih kecil bagaikan anak burung yang baru lahir yang masih lemah tulang belulangnya. Induknya yang menyuapi makan sampai melihat anaknya sudah mulai berkulit sempurna”. Contoh lain anak yang durhaka adalah putra Umi Tsawab, dia durhaka kepada ibunya karena istrinya yang selalu menghalanginya saat akan berbuat baik kepada ibunya, sehingga ibunya mengungkapkan kepedihan hati dalam sebuah syair, “Saya mengasuhnya di masa kecil tatkala masih seperti anak burung, sementara induknya yang menyuapi makanan dan melihat kulitnya yang masih baru tumbuh. Setelah dewasa dia merobek pakaianku dan memukul badanku, apakah setelah masa tuaku aku harus mengajari etika dan adab?”
Kita yang kini menjadi sombong dan mermehkan ortu kita, sejatinya kita tidak jadi apa apa jika tidak ada mereka. Kita yang kini merasa lebih pintar dari ortu kita, sejujurnya akan terus lemah tanpa kasih sayang mereka dan pertolongan Allah. Seandainya tidak ada para ortu yang kehadirannya menjadi perantara Allah menciptakan kita, kita tidak akan lahir dan berguna seperti sekarang. Itu sebabnya berbakti kepadanya adalah cara terbaik untuk menghargai kasihnya yang tak berbatas dan tak bertepi. Jangan sia siakan kehadiran mereka meski membuat kita kesal karena mereka cerewet dan otoriter. Turuti saja permintaanya asalkan tidak bertentangan dengan ajaran agama.
Selama orang tua kita masih ada, jalin komunikasi yang sehat layaknya dengan sahabat kita. Tapi kalaupun mereka sudah meninggalkan dunia ini, kita bisa berkomunikasi dengan mereka lewat doa. Dari Abu Usaid Malik berkata, “Ketika kami sedang duduk dekat Rasulullah, tiba tiba datang seorang laki laki dari suku bani salamah lalu berkata, `Wahai Rasulullah apakah masih ada sesuatu yang aku dapat lakukan untuk berbakti kepada orang tuaku setelah keduanya wafat. Beliau bersabda, `Ya, yaitu mendoakan keduanya, memintakan ampun untuk keduanya, menunaikan janji, menyambung persaudaraan yang tidak disambung kecuali karena keduanya, dan memuliakan kawan keduanya”.
Jangankan sudah meninggal, masih hidup saja kita harus selalu mendoakan orang tua kita sebagaimana firman Allah dalam QS al israa; 24 yang artinya, “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah,`Wahai Tuhanku kasihilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.
Ada beberapa tips yang dapat kita lakukan untuk memberikan cinta kepada orang tua kita, diantaranya:
1. Ajak diskusi dengan bijak bila mereka belum paham agama
2. Membantu mereka dengan harta atau memenuhi kebutuhannya
3. Senantiasa menghormatinya
4. Berusaha empati
5. Menjadi pembelanya
Jadi, mulai sekarang jangan sia siakan anugerah terbesar dalam hidup kita. Berbahagialah jika kamu masih memiliki orang tua karena waktu berbaktimu lebih panjang. Curahkan cinta, kasih sayang, dan perhatian kepadanya dengan totalitas sebagai wujud bakti kita kepada mereka. Dan ingatlah bahwa Ridho Allah tergantung ridho orang tua, begitu pula sebaliknya murka Allah tergantung murka orang tua.
Seberapa Sulitkah IPS?
Ilmu pengetahuan sosial atau yang lebih dikenal dengan nama IPS , sudah tidak asing lagi di kalangan kita.Pelajaran IPS, awalnya diperkenalkan kepada siswa sejak mereka duduk di kelas 3 pada bangku sekolah dasar, dengan tema lingkungan keluarga sebagai pelajaran awal. Namun, sekarang pelajaran IPS sudah diperkenalkan kepada siswa sejak mereka duduk di kelas 1 pada bangku sekolah dasar.Hal ini dikarenakan kurikulum yang sekarang digunakan adalah kurikulum berbasis kompetensi atau yang dikenal dengan istilah KBK.
Seperti yang telah kita ketahui bersama, pelajaran IPS yang semula dikenal sebagai salah satu pelajaran yang tercantum di dalam UAS, kabarnya mulai tahun ajaran 2006/2007 akan ditingkatkan lagi menjadi pelajaran yang tercantum ke dalam UAN bersama dengan pelajaran IPA dan PPKN.
Hal-hal tersebut diatas merupakan salah satu bukti bahwa pelajaran IPS semakin berkembang seiring dengan berkembangnya zaman. Pelajaran IPS kini telah dinilai penting oleh pemerintah, sehingga mereka akan memasukkannya menjadi salah satu pelajaran yang ada di dalam UAN.
Untuk apa belajar IPS?
Belajar IPS bukan hanya untuk mendapatkan nilai yang tinggi saja. Banyak manfaat di dalam kehidupan sehari-hari yang bisa kita dapatkan dengan belajar IPS.
Apa pentingnya ilmu ekonomi?
Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak pernah terlepas dari penerapan ilmu ekonomi. Sebagai manusia, kita memiliki kebutuhan yang tidak terbatas, sebaliknya alat untuk memenuhi kebutuhan manusia sangatlah terbatas. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ekonomi, yaitu “dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil yang maksimal”, maka manusia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.
Apa pentingnya ilmu geografi?
Setiap kejadian yang ada di permukaan bumi tidak lepas dari gejala-gejala geografi. Dengan mengetahui ilmu geografi, kita akan dapat melindungi bumi dari kerusakan.
Apa pentingnya ilmu sejarah
Kita tidak bisa hanya belajar dari pengalaman diri kita sendiri, tetapi juga dapat melalui pengalaman orang lain. Dengan mencontoh keberhasilan yang diraih oleh para tokoh sejarah, kita dapat menerapkannya untuk meraih kesuksesan. Sebagai contoh, pengusaha-pengusha sukses yang ada di Indonesia, dalam meraih kesuksesannya, mereka mencontoh pengalaman-pengalaman dari para tokoh sejarah.
Hal-hal tersebut di atas, hanyalah sebagian kecil dari banyaknya manfaat-manfaat yang dapat diambil dengan mempelajari ilmu pengetahuan sosial. Masih banyak lagi manfaat-manfaat yang sebenarnya dapat kita ambil dari pelajaran IPS. Jadi, sudah jelaskah untuk apa kita belajar IPS ?
Akan tetapi, yang menjadi pokok permasalahan saat ini, apakah tujuan dari pembelajaran IPS sudah sepenuhnya tercapai? Jawabnya tentu tidak. Tujuan dari pembelajaran IPS yang selama ini belum sepenuhnya tercapai dikarenakan adanya berbagai hambatan yang ada di dalam pembelajaran IPS. Hambatan-hambatan di dalam pembelajaran IPS, tidak terlepas dari pihak siswa sebagai objek pendidikan dan guru sebagai subjek pendidikan. Dari seluruh siswa, mungkin ada sebagian yang berpendapat bahwa pelajaran IPS adalah pelajaran yang dinilai cukup sulit bahkan sangat sulit. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil ulangan blok kemarin yang kami anggap sangat mengecewakan. Munculnya anggapan-anggapan seperti ini, tidak terlepas dari berbagai sebab. Mereka yang menilai pelajaran IPS sangat sulit, tentunya memiliki berbagai kendala di dalam mempelajari IPS.
Banyaknya Materi
Ketika kita masih duduk di bangku sekolah dasar, kita hanya belajar IPS dengan 1 buku. Namun, di bangku SMP ini, kita belajar IPS dengan 3 buku, yaitu IPS(ekonomi), IPS(geografi), dan IPS(sejarah). Selain IPS, masih ada ada 1 pelajaran lagi yang mengalami perkembangan, yaitu IPA yang terbagi menjadi IPA(fisika) dan IPA(biologi). Dalam hal ini, IPS-lah yang memiliki pelajaran terbanyak, yaitu 3 mata pelajaran, sedangkan IPA hanya terdiri dari 2 mata pelajaran.
Dengan bertambahnya pelajaran yang ada di dalam IPS, bertambah pula materi-materi yang harus dipelajari. Banyaknya materi ini merupakan kendala kita dalam belajar IPS. Mengapa? Kita akan merasa malas belajar dan tidak bersemangat untuk belajar IPS ketika melihat banyaknya materi yang harus dipelajari bahkan harus dihapal. Bayangkan! Ketika akan mengikuti ujian kelulusan, kita harus mempelajari seluruh pelajaran IPS yang ada, dari kelas 1 sampai dengan kelas 3. Bisa kita bayangkan, berapa banyak buku yang harus dihapal dan dipelajari? Sanggupkah kita?
Kurangnya waktu pembelajaran
Banyaknya materi terkadang tidak sebanding dengan waktu pembelajaran IPS yang hanya 1 kali dalam seminggu. Mengapa dikatakan begitu? Materi semester yang ada di dalam pelajaran IPS terkadang tidak sempat dibahas habis oleh guru yang bersangkutan. Hal ini membuat beberapa guru mengambil tindakan, seperti menyuruh siswa untuk belajar sendiri atau membahas pelajaran tersebut di semester selanjutnya. Tindakan guru tersebut dinilai tepat dalam menghadapi masalah ini. Memang beginilah keadaannya , materi dan waktu bagaikan 2 banding 1.
Sulitnya menghapal
Kendala ini tidak hanya ada pada pelajaran IPS saja, pelajaran yang lain pun juga tidak mudah untuk dihapal. Namun diantara semua pelajaran, IPS-lah yang dinilai sebagai pelajaran yang paling sulit untuk dihapal. Mengapa? Selain karena banyaknya materi yang ada, kendala dalam menghapal IPS terletak pada hapalan yang berupa waktu, nama-nama tokoh, nama-nama tempat, dan lain sebagainya.
Hapalan berupa waktu
Hapalan waktu seperti tanggal, bulan, dan tahun terjadinya sesuatu, sangatlah sulit bagi siswa untuk menghapalnya. Hal ini dikarenakan banyaknya tanggal, bulan, dan tahun yang tercantum di dalam pelajaran tersebut, terutama pelajaran IPS(sejarah). Selain itu, dapat diambil contoh ketika kita menghapal waktu suatu insiden, kemudian kita hapal lagi waktu insiden lain, dan seterusnya. Hapalan yang telah kita hapal tersebut, tidak akan bertahan lama. 2 atau 3 hari ke depan, hapalan tersebut pasti sudah hilang dari benak kita karena masuknya hapalan-hapalan yang lain
Hapalan berupa nama tokoh
Kendala dalam menghapal nama-nama tokoh tidak jauh berbeda dengan menghapal waktu. Nama-nama tokoh dinilai sulit untuk dihapal karena struktur katanya yang rumit. Sebagai contoh, nama dari delegasi Belanda pada perundingan linggarjati dan nama dari pemimpin pertempuran di Sulawesi Selatan, yaitu Prof.Schermerhorn dan Wolter Monginsidi. Contoh ini hanyalah sebagian kecil saja dari banyaknya nama-nama tokoh yang sulit untuk dihapal di dalam pelajaran IPS.
Hapalan berupa nama-nama tempat
Kendala yang ada juga sama dengan hal tersebut di atas. Pelajaran IPS di kelas 3, tidak terbatas pada wilayah Indonesia saja, tetapi sudah mengarah ke dunia. Dalam hal ini, sangatlah sulit untuk menghapal nama-nama tempat tersebut. Seperti misalnya dalam menghapal nama-nama bentang alam yang ada di dunia, menghapal batas-batas suatu negara, menghapal nama-nama kota atau daerah di suatu negara, dan lain sebagainya..
Dengan demikian, sesulit apapun IPS, sudah tidak dapat kita pungkiri lagi karena memang beginilah kurikulum yang ada. Kita tidak dapat lagi mengubah kurikulum yang telah ditetapkan.
Akan tetapi, tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan, begitu pula dengan pelajaran IPS. Cara-cara yang selama ini ditempuh oleh guru, seperti belajar melalui surat kabar, tanya jawab, latihan soal, dan lain sebagainya, dinilai sangatlah bagus. Namun, seperti kata pepatah ”banyak jalan menuju roma”. Dengan kata lain, banyak cara yang dapat ditempuh untuk mengatasi kesulitan di dalam belajar IPS.
Praktek, cara mudah dalam memahami IPS?
Bukan hanya pelajaran IPA saja yang memerlukan pratek. Meskipun tidak ada yang namanya laboratorium IPS, bukan berarti kita tidak dapat melakukan paraktek IPS.
Berbicara tentang praktek, yang dimaksud disini seperti misalnya, ketika siwa sedang belajar IPS, siswa hendaknya tidak hanya belajar di kelas saja, tetapi siswa langsung belajar ke objek pembelajaran. Sebagai contoh, siswa yang sedang mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan bank, hendaknya melakukan praktek dengan pergi ke salah satu bank terdekat.
Akan tetapi, praktek ini tidak terlepas dari berbagai kendala, seperti masalah transportasi yang mengharuskan siswa untuk menguras kocek, masalah waktu yang tersedia, dan lain sebagainya.
Namun, praktek tidak hanya dapat dilakukan di luar sekolah saja, kita juga dapat melakukan praktek di dalam lingkungan sekolah. Hal ini dapat dilakukan melalui kegiatan memerankan peran. Sebagai contoh, ketika siswa sedang belajar sejarah. Selain dengan mendengarkan penjelasan dari guru, siswa pun juga dapat memerankan tokoh-tokoh sejarah itu di depan kelas secara bergiliran. Dengan cara ini, siswa pun akan merasa lebih santai dan rileks dalam belajar. Selain itu, siswa juga akan lebih mudah dalam mengingat pelajaran. Hal ini karena mereka seolah-olah ikut terlibat langsung di dalam kejadian sejarah pada waktu itu.
Menonton televisi yang berkaitan dengan pembelajaran IPS
Sebenarnya hal ini sangat mudah di lakukan karena sudah tersedianya televisi di beberapa kelas. Selama ini guru belum pernah memutar kaset untuk pembelajaran IPS. Hal ini mungkin dikarenakan masih belum ada kaset untuk pelajaran IPS. Untuk lebih ke depannya lagi diharapkan agar tersedia kaset untuk pelajaran IPS. Dengan cara ini, sisiwa akan lebih rileks dan santai serta mudah didalam mempelajari IPS. Misalnya saja, jika kita menonton televisi kita mudah sekali mengingatnya, begitu pula diharapkan pada pembelajaran IPS.
Bertanya, cara mudah untuk lebih memahami seluk beluk di dalam pelajaran IPS?
Bukan IPS namanya jika tanpa seluk-beluk. Seluk-beluk yang dimaksudkan di sini, seperti contohnya seluk beluk mengenai peristiwa yang terjadi setelah kemerdekaan Indonesia, seluk beluk mengenai bentang alam di suatu negara, dan lain sebagainya.
Di dalam mempelajari seluk-beluk, siswa terkadang kurang begitu paham. Untuk mengatasi masalah ini, biasanya di akhir penjelasan, guru menawarkan kepada siswa untuk bertanya hal-hal yang kurang dimengerti. Namun, yang menjadi permasalahan , mengapa hanya 1 atau 2 orang anak saja yang terlihat mengacungkan tangannya? Mengapa siswa lain terlihat enggan untuk bertanya? Selain dikarenakan oleh siswa tersebut sendiri, siswa merasa malas malas untuk bertanya karena tidak adanya dorongan atau motivasi agar mereka rajin bertanya.
Untuk memberikan motivasi pada murid agar mereka rajin bertanya, pernah ada seorang guru yang mengatasi hal ini dengan cara memberikan nilai tambah kepada murid yang bertanya. Hasilnya pun ternyata memuaskan, murid-murid yang awalnya enggan untuk bertanya, menjadi saling berebut dalam bertanya untuk mendapatkan nilai tambah tersebut.
Selain hal tersebut di atas masih banyak cara yang sebenarnya dapat kita lakukan agar dapat mempelajari pelajaran IPS dengan baik. Misalnya kita dapat mengadakan diskusi dengan teman sebangku, belajar kelompok, meringkas pelajaran, dan lain sebagainya. Untuk lebih ke depannya, kita berharap agar tujuan pembelajaran IPS dapat tercapai sepenuhnya, tentunya dengan usaha keras dari kita semua.
Daya Tarik Membaca Kalangan Pelajar dan Mahasiswa di Banjarbaru
BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
1.1.1 Membaca sebagai keterampilan belajar yang pertama dan utama yang harus dikuasai setiap pelajar dan mahasiswa.
1.1.2 Sekitar 85 % dari proses belajar meliputi membaca. Untuk mencapai kesuksesan belajar, terlebih dahulu diperlukan kesuksesan membaca.
1.1.3 Kegiatan membaca tidak dapat diganti dengan kegiatan lainnya. Pelajar dan mahasiswa tidak mungkin lulus ujian tanpa membaca buku.
1.1.4 Masih rendahnya tingkat kelulusan di Indonesia yang salah satu penyebabnya adalah kurangnya minat baca kalangan pelajar dan mahasiswa.
1.1.5 Masih adanya masyarakat di daerah pedalaman yang buta huruf.
1.2 PEMBATASAN DAN PERUMUSAN MASALAH
1.2.1 Seberapa besar daya tarik membaca kalangan pelajar dan mahasiswa di Banjarbaru?
1.2.2 Apakah daya tarik membaca kalangan pelajar khususnya pelajar SD, SMP, dan SMA atau yang sederajat lebih tinggi daripada daya tarik membaca kalangan mahasiswa, atau sebaliknya?
1.2.3 Apa yang menyebabkan tinggi atau rendahnya daya tarik membaca kalangan pelajar dan mahasiswa di Banjarbaru?
1.2.4 Apakah kegiatan yang lebih banyak disukai kalangan pelajar dan mahasiswa di Banjarbaru selain membaca?
1.2.5 Apakah jenis bacaan yang paling banyak disukai kalangan pelajar dan mahasiswa di Banjarbaru?
1.2.6 Bagaimana cara meningkatkan daya tarik membaca terutama bagi kalangan pelajar dan mahasiswa di Banjarbaru?
1.3 TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
1.3.1 Tujuan Penelitian
1.3.1.1 Mengetahui seberapa besar daya tarik membaca kalangan pelajar dan mahasiswa di Banjarbaru.
1.3.1.2 Membandingkan daya tarik membaca antara kalangan mahasiswa dengan kalangan pelajar khususnya pelajar SD, SMP, dan SMA atau yang sederajat.
1.3.1.3 Mengungkap berbagai faktor penyebab tinggi atau rendahnya daya tarik membaca kalangan pelajar dan mahasiswa di Banjarbaru.
1.3.1.4 Menganalisis berbagai strategi untuk meningkatkan daya tarik membaca kalangan pelajar dan mahasiswa di Banjarbaru.
1.3.2 Manfaat Penelitian
1.3.2.1 Untuk kepentingan pelajar dan mahasiswa di Banjarbaru sebagai generasi penerus bangsa dalam meraih kesuksesan di masa yang akan datang.
1.3.2.2 Memberikan pemahaman yang menyeluruh akan pentingnya membaca.
1.3.2.3 Meningkatkan daya tarik membaca terutama bagi kalangan pelajar dan mahasiswa di Banjarbaru.
1.3.2.4 Meningkatkan minat pelajar dan mahasiswa di Banjarbaru untuk pergi ke perpustakaan.
1.3.2.5 Mendorong perkembangan kota Banjarbaru sebagai kota pendidikan.
1.4 METODE PENELITIAN
1.4.1 Wawancara
1.4.2 Penyebaran kuesioner
1.4.3 Observasi
1.4.4 Buku-buku literatur
1.4.5 Sumber-sumber bacaan dari media cetak dan media elektronik.
1.5 SUMBER DATA
1.5.1 Wawancara
1.5.1.1 Waktu : Rabu, 26 Maret 2008
1.5.1.2 Tempat : Perpustakaan Umum Daerah Banjarbaru
1.5.1.3 Narasumber : Bapak Badarudin, S.Sos, M.Pd, kepala Perpustakaan Umum Daerah Banjarbaru
1.5.2 Penyebaran kuesioner
1.5.1.1 Waktu : Rabu, 26 Maret 2008 s.d. Jumat 28 Maret 2008
1.5.1.2 Tempat :
1.5.1.2.1 SDN Loktabat 1 Banjarbaru
1.5.1.2.2 SDN Loktabat 2 Banjarbaru
1.5.1.2.3 SMP Negeri 1 Banjarbaru
1.5.1.2.4 SMA Negeri 1 Banjarbaru
1.5.1.2.5 SMA Negeri 2 Banjarbaru
1.5.1.2.6 SMA PGRI 1 Banjarbaru
1.5.1.2.7 SMA PGRI 2 Banjarbaru
1.5.1.2.8 Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru
1.5.1.2.9 STMIK Banjarbaru
1.5.1.3 Objek :
1.5.1.3.1 17 siswa-siswi Sekolah Dasar
1.5.1.3.2 20 siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama
1.5.1.3.3 38 siswa-siswi Sekolah Menengah Atas
1.5.1.3.4 34 mahasiswa-mahasiswi
1.5.3 Buku-buku literatur
1.5.4 Media cetak
1.5.5 Media elektronik
1.6 SISTEMATIKA PEMBAHASAN
Karya tulis ini disusun dengan urutan sebagai berikut :
Bab 1 Pendahuluan
1.1 Latar Belakang masalah
1.2 Pembatasan dan Perumusan Masalah
1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.4 Metode Penelitian
1.5 Sumber Data
1.6 Sitematika Pembahasan
Bab 2 Isi
2.1 Pengertian Membaca
2.2 Jenis-Jenis Membaca
2.3 Daya Tarik Membaca Kalangan Pelajar dan Mahasiswa di Banjarbaru
2.4 Faktor-Faktor yang Mempengeruhi Kegiatan Membaca Kalangan Pelajar dan Mahasiswa di Banjarbaru
2.5 Perpustakaan Umum Daerah Banjarbaru sebagai Sarana Membaca Bagi Kalangan Pelajar dan Mahasiswa
2.6 Teknik-Teknik dalam Membaca
2.7 Manfaat-Manfaat Membaca
2.8 Usaha-Usaha untuk Meningkatkan Daya Tarik Membaca Kalangan Pelajar dan Mahasiswa di Banjarbaru
Bab 3 Penutup
3.1 Simpulan
3.2 Saran
BAB 2 ISI
2.1 PENGERTIAN MEMBACA
Membaca adalah mendapatkan dari buku apa yang dimaksudkan oleh penulisnya atau kegiatan memahami maksud dari kata-kata yang dituliskan dalam bentuk alinea-alinea, gambar, grafik, kurva, dan simbol-simbol tertulis lainnya. Definisi yang lebih luas lagi, membaca merupakan hubungan timbal balik antara individu secara total dengan informasi simbolik yang didapatinya selama membaca.
Membaca merupakan bagian dari proses visional belajar. Berikut adalah 7 bagian penting dari proses membaca :
Pengenalan
Sebelum kegiatan membaca tersebut bisa dipahami sepenuhnya, terlebih dahulu pembaca mengenal rangkaian abjad, pengucapan, dan penyusunan huruf-huruf. Langkah ini berlangsung sebelum kegiatan membaca secara fisik dimulai.
Asimilasi
Proses ini melibatkan kemampuan sensorik alat indra yang menerima pantulan warna dari huruf-huruf yang dibaca yang diteruskan ke pusat syaraf mata untuk kemudian diterjemahkan menjadi informasi yang bermakna dan bisa dipahami apa maksud dari rangkaian lambang-lambang itu.
Intra-integrasi
Tahapan ini merupakan rangkaian proses dasar yang menghubungkan semua bagian informasi yang sedang dibaca dengan seluruh bagian lain yang layak untuk disambungkan, sehingga terbentuk kesan atau gambaran umum yang bermakna komprehensif dan teks bisa memahami apa yang sedang diperbincangkan.
Ekstra-integrasi
Proses yang ditempuh pada tahapan ini meliputi analisis, kritik, apresiasi, seleksi, kesan indrawi, empati, dan penolakan. Selanjutnya selama proses ini berlangsung pembaca membawa seluruh pengetahuan yang dimilikinya sebelumnya ke pengetahuan baru yang sedang dibacanya, untuk kemudian membuat hubungan yang layak dan perbandingan logis yang membantunya untuk menangkap maksud dari pengetahuan yang baru tersebut.
Penyimpanan
Biasanya yang disimpan adalah informasi dasar, terkadang proses penyimpanan ini saja kurang memadai untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Terkadang masalah tersulit yang kerapkali dihadapi oleh pembaca adalah masalah yang timbul justru berasal dari kesulitan untuk mengeluarkan kembali informasi atau pengetahuan yang telah disimpan itu. Untuk mengatasi kelemahan ini, biasanya proses penyimpanan selalu dikuti dengan proses mengingat.
Mengingat
Kemampuan ini ditujukan untuk mendapatkan kembali sesuatu yang dibutuhkan pada waktu itu dari hal apa saja yang telah dismpan sebelumnya, terutama pada saat penting.
Komunikasi
Berisikan kegiatan untuk segera memilah informasi yang baru didapat, apakah layak dipertimbangkan atau hanya hiburan semata, kemudian dilanjutkan dengan proses yang lebih mendasar, berpikir, dan menghayati sepenuhnya informai atau pengetahuan baru itu.
2.2 JENIS-JENIS MEMBACA
2.2.1 Kegiatan Membaca
Kegiatan membaca dapat dibedakan menjadi 3 ragam, yaitu :
2.2.1.1 Membaca Ragam Hiburan
Ini adalah membaca cerita-cerita seperti dalam novel, majalah, atau hiburan. Pembacaan dilakukan secara urut dari awal cerita sampai tahap akhir. Tujuannya untuk menikmati cerita itu dan menghargai kemampuan pengarang mengolah alur kisahnya sehingga merupakan kebulatan yang indah, selesai, atau mencapai puncaknya. Membaca ragam hiburan ini mudah dilakukan karena tidak memerlukan latar belakang pengetahuan tertentu, kisahnya mengenai peristiwa-peristiwa dalam kehidupan sehari-hari, jalurnya dalam bentuk penceritaan yang umumnya mengikuti urutan waktu, dan tidak memuat berbagai pengertian yang memerlukan istilah-istilah teknis.
2.2.1.2 Membaca Ragam Sepintas
Ini adalah membaca secara cepat yang kadang-kadang disertai lompatan-lompatan terhadap bahan bacaan. Pembacaan dapat dilakukan ke depan, ke belakang, atau secara silang-menyilang. Tujuannya untuk memperoleh gambaran selayang pandang mengenai apa yang diuraikan dalam bahan bacaan atau untuk menemukan suatu keterangan yang memang sejak semula dicari dalam bahan bacaan itu.
2.2.1.3 Membaca Ragam Belajar
Ini adalah membaca buku pelajaran dan bahan bacaan lainnya dalam bidang pengetahuan. Pembacaan dilakukan secara cermat dan bila perlu diulang beberapa kali. Tujuannya untuk menangkap, memahami, dan mengingat berbagai pengetahuan dalam suatu cabang ilmu. Membaca ragam belajar agak sukar dilakukan karena memerlukan latar belakang pengetahuan tertentu.
2.2.2 Keterampilan Membaca
Keterampilan membaca buku untuk memahami isinya dapat dibedakan dalam 3 macam, yaitu :
2.2.2.1 Membaca Tersurat (to Read the Lines)
Membaca tersurat berarti membaca baris-baris (kalimat). Dalam memahami bacaan, kita hanya memperoleh pemahaman berdsarkan baris-baris kalimat yang tertulis saja. Dan kita tidak membuat kesimpulan mengenai apa yang tidak tertulis dalam pernyataan tersurat.
2.2.2.2 Membaca Tersirat (to Read Between the Lines)
Membaca tersirat berarti membaca sesuatu diantara baris-baris (kalimat). Dalam memahami bacaan, kita berusaha mencari pengertian yang tersirat siantara pernyataan-pernyataan yang tertulis. Kita dapat menyimpulkan hal yang tidak secara tegas dikemukakan dalam kalimat.
2.2.2.3 Membaca Tersorot (to Read Beyond the Lines)
Membaca tersorot berarti membaca sesuatu di seberang baris-baris (kalimat). Kita dapat membayangkan kemungkinan menerapkan gagasan yang dibaca dari suatu pernyataan ke dalam suatu keadaan nyata untuk memecahkan persoalan.
2.2.3 Pendekatan Membaca
Pendekatan membaca yang umum dilakukan ada 4 cara, yaitu :
2.2.3.1 Kecepatan Reguler
Teknik membaca yang relatif lambat, membaca baris demi baris, dan terkadang mengeja kata demi kata dengan `suara tersembunyi`, biasanya teknik ini dilakukan pada bagian yang agak sukar dicerna, atau membacanya hanya untuk hiburan semata atau membaca kisah-kisah lucu, humor, puisi, posa lirik, dan naskah drama.
2.2.3.2 Membaca dengan Melihat Cepat (Skimming)
Membaca dengan cara ini dikhusukan pada bagian-bagian tertentu yang ingin diliput, saat melakukan tinjauan umum dan tinjauan pendahuluan. Dilakukan dengan mendapati bagian inti yang dicari, kemudian membandingkan beberapa teks lainnya untuk mendapatkan gambaran yang menyeluruh. Sebaiknya kemampuan skimming ini terus diasah dan dialihkan untuk membaca keseharian.
2.2.3.3 Membaca dengan Sekilas (Scanning)
Cara membaca ini ketika sedang membalik-balikan halaman koran, atau untuk tinjauan umum yang menyeluruh dengan menetapkan bagian-bagian mana yang akan diliput, biasanya hanya berhubungan dengan gambar, grafik, tabel, kurva, dan diagram-diagram.
2.2.3.4 Membaca dengan Kecepatan Tinggi (Warpspeed)
Teknik ini dikenal dengan cara menyapu halaman dengan gerakan mata yang cepat, diperlukan hanya beberapa viksasi pada setiap halaaman dengan gerakan vertikal-horizontal dengan alat bantu visual. Kecepatan membaca yang begitu cepat ini semakin meningkatkan konsentrasi.
2.3 DAYA TARIK MEMBACA KALANGAN PELAJAR DAN MAHASISWA DI BANJARBARU
2.3.1 Daya Tarik Membaca Pelajar
2.3.1.1 Pelajar SD
Dari grafik persentasi daya tarik membaca pelajar SD dapat diketahui bahwa:
76 % suka membaca
18 % kurang suka membaca
6 % tidak suka membaca
2.3.1.2 Pelajar SMP
Dari grafik persentasi daya tarik membaca pelajar SMP dapat diketahui bahwa :
80 % suka membaca
15 % kurang suka membaca
5 % tidak suka membaca
2.3.1.3 Pelajar SMA
Dari grafik persentasi daya tarik membaca pelajar SMA dapat diketahui bahwa :
76 % suka membaca
18 % kurang suka membaca
6 % tidak suka membaca
2.3.2 Daya Tarik Membaca Mahasiswa
Dari grafik persentasi daya tarik membaca Mahasiswa dapat diketahui bahwa:
65 % suka membaca
30 % kurang suka membaca
5 % tidak suka membaca
2.3.3 Alasan Membaca
Dari grafik, dapat diketahui berbagai alasan para pelajar dan mahasiswa yang suka membaca :
2.3.3.1 Untuk memeperoleh pengetahuan
2.3.3.2 Untuk kesenangan
2.3.3.3 Untuk mengisi waktu luang
2.3.4 Alasan Kurang dan Tidak Suka Membaca
Dari grafik dapat diketahui berbagai alasan para pelajar dan mahasiswa yang kurang dan tidak suka membaca :
2.3.4.1 Kegiatan-kegiatan lain yang dianggap lebih menarik dibandingkan membaca :
38 % menonton TV
22 % bermain games
19 % olahraga
21 % jalan-jalan
2.3.4.2 Karena sibuk
2.3.4.3 Membosankan
2.4 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEGIATAN MEMBACA KALANGAN PELAJAR DAN MAHASISWA DI BANJARBARU
2.4.3 Tempat
Dari grafik, dapat diketahui tempat yang dianggap paling nyaman untuk membaca bagi kalangan pelajar dan mahasiswa di Banjarbaru :
85 % rumah
13 % perpustakaan
2 % alam terbuka
2.4.4 Jenis Bacaan
Dari grafik, dapat diketahui jenis bacaan yang paling diminati kalangan pelajar dan mahasiswa di Banjarbaru :
59 % buku
41 % media cetak
Untuk buku :
34 % novel
33 % komik
27 % pengetahuan
6 % pelajaran
Untuk media cetak
54 % majalah
30 % koran
16 % tabloid
2.4.5 Posisi Tubuh
Dari grafik, dapat diketahui posisi tubuh yang dinilai nyaman untuk membaca bagi kalangan pelajar dan mahasiswa di Banjarbaru :
53 % duduk
45 % berbaring atau tengkurap
2 % berdiri
2.4.6 Kejenuhan
Dari grafik, dapat diketahui cara mengatasi kejenuhan dalam membaca bagi kalangan pelajar dan mahasiswa di Banjarbaru :
76 % istirahat sejenak
16 % menundanya
8 % meninggalkannya
2.5 PERPUSTAKAAN UMUM DAERAH BANJARBARU SEBAGAI SARANA MEMBACA BAGI KALANGAN PELAJAR DAN MAHASISWA
Perpustakaan Umum Daerah Banjarbaru didirikan pada tanggal 20 April 2002 sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2002 dan diketuai oleh bapak Badarudin, S.Sos, M.Pd.
Jumlah anggota Perpustakaan Umum Daerah Banjarbaru meningkat dari tahun ke tahun. Sampai tahun 2008, ada 1287 orang yang aktif menjadi anggota Perpustakaan Umum Daerah Banjarbaru. Adapun jumlah anggota terbanyak pertama ditempati oleh mahasiswa, terbanyak kedua ditempati oleh pelajar, dan sisanya adalah masyarakat umum. Jumlah pengunjung perharinya tidak menentu, mulai dari 20 orang sampai 50 orang lebih.
Jika dibandingkan dengan tempat hiburan lain, perpustakaan masih kalah bersaing merebut hati para pelajar dan mahasiswa di Banjarbaru. Dari grafik kuantitas kunjungan para pelajar dan mahasiswa di Banjarbaru ke Perpustakaan, dapat diketahui bahwa :
88 % kadang-kadang pergi ke perpustakaan
10 % sering pergi ke perpustakaan
2 % tidak pernah pergi ke perpustakaan
Untuk meningkatkan daya tarik membaca kalangan pelajar dan mahasiswa di Banjarbaru, Perpustakaan Umum Daerah Banjarbaru mengadakan pemilihan raja dan ratu baca bagi anggota yang dinilai paling rajin membaca. Pemilihan ini diadakan setipa tahun pada bulan April dan Oktober. Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang telah dipilih dan didasarkan pada berbagai kriteria, seperti kuantitas kunjungan, kuantitas peminjaman, dan tidak pernah melanggar peraturan tata tertib.
2.6 TEKNIK-TEKNIK DALAM MEMBACA
2.6.1 Teknik Membaca Ragam Belajar
Pengertian membaca ragam belajar telah dijelaskan sebelumnya. Berikut adalah 3 macam teknik membaca ragam belajar :
2.6.1.1 Membaca buku dari pagina pertama sampai terakhir secara berturut-turut. Ini adalah cara yang umum digunakan.
2.6.1.2 Membaca dari permulaan, tetapi selama buku tersebut belum selesai dibaca, kita harus mengulang membacanya lagi dari permulaan.
2.6.1.3 Membaca buku secara melompat-lompat atau tidak urut.
2.6.2 Teknik Memahami Bacaan
2.6.2.1 Jadilah pembaca yang aktif.
Untuk menjadi pembaca yang aktif, gunakan 5W + 1H : Who? Why? What? Where? When? How? Untuk mendapatkan informasi yang lebih dalam sekaligus melibatkan diri secara aktif dalam setiap kejadian dan proses yang ada dalam buku.
2.6.2.2 Bacalah gagasannya, bukan kata-katanya.
Teknik ini dilakukan dengan membuat fiksasi dari beberapa kata untuk mendapatkan makna gagasannya. Dengan menemukan gagasan-gagasan inti dari setiap paragraf, otak akan lebih nyaman untuk mengolah informasi yang terpisah-pisah itu untuk mengintegrasikannya kembali menjadi informasi baru yang menyeluruh.
2.6.2.3 Libatkan seluruh indra.
Merasakan, mencicipi, meraba, melihat, dan mendengarkan setiap kejadian, proses, informasi, berita, dan contoh-contoh yang terdapat dalam buku akn meningkatkan pemahaman.
2.7 MANFAAT-MANFAAT MEMBACA
2.7.1 Semakin banyak membaca semakin bertambah wawasan dan semakin memotivasi kita untuk sukses.
2.7.2 Dengan membaca, kita akan dapat memasuki dunia keilmuan yang penuh pesona.
2.7.3 Dengan membaca, kita akan mendapatkan banyak hikmah yang tanpa kita sadari terjadi dalam hidup kita.
2.7.4 Mengembangkan berbagai kepandaian yang kelak berguna untuk mencapai kesuksesan dalam hidup.
2.7.5 Kegiatan membaca yang dilakukan secara terampil, akan membukakan jendela pengetahuan yang luas, gerbang kearifan yang dalam , dan lorong keahlian yang lebar di masa depan.
2.8 USAHA-USAHA UNTUK MENINGKATKAN DAYA TARIK MEMBACA KALANGAN PELAJAR DAN MAHASISWA DI BANJARBARU
2.8.1 Mengadakan kompetisi seperti pemilihan raja dan ratu baca bagi pelajar atau mahasiswa yang paling banyak membaca.
2.8.2 Memperbanyak koordinasi perpustakaan keliling.
2.8.3 Meningkatkan peran keluarga terutama orang tua untuk menuntun anak sejak dini agar gemar membaca.
2.8.4 Memperbanyak taman bacaan
2.8.5 Mengolah perpustakaan menjadi tempat senyaman di rumah sendiri.
2.8.6 Mengemas bahan bacaan menjadi lebih menarik, baik isi maupun kualitas fisik buku.
2.8.7 Mengadakan bazar buku.
2.8.8 Mengadakan seminar tentang minat baca di kalangan pelajar dan mahasiswa.
2.8.9 Mengadakan pembagian buku gratis bagi masyarakat yang kurang mampu.
2.8.10 Mengadakan penyuluhan oleh pemerintah pada masyarakat tentang pentingnya membaca.
BAB 3 PENUTUP
3.1 SIMPULAN
3.1.1 Daya tarik membaca kalangan pelajar dan mahasiswa di Banjarbaru cukup besar, meskipun masih ada beberapa pelajar dan mahasiswa yang minat bacanya kurang.
3.1.2 Pelajar SMP memiliki minat baca yang paling tinggi, sedangkan yang minat bacanya paling rendah adalah mahasiswa.
3.1.3 Daya tarik membaca kalah bersaing dengan kegiatan-kegiatan lain seperti menonton TV, bermain games, jalan-jalan, dan olahraga.
3.1.4 Jenis bacaan yang banyak diminati kalangan pelajar dan mahasiswa di Banjarbaru adalah media cetak jenis majalah.
3.1.5 Kalangan pelajar dan mahasiswa di Banjarbaru masih memiliki minat yang rendah untuk berkunjung ke perpustakaan.
3.2 SARAN
3.2.1 Kalangan pelajar dan mahasiswa di Banjarbaru hendaknya lebih menyadari akan pentingnya membaca, sebagai bekal kesuksesan di masa depan.
3.2.2 Pemerintah dan pengelola perpustakaan hendaknya berperan aktif melaksanakan program-program untuk meningkatkan daya tarik membaca di Banjarbaru.
3.2.3 Masyarakat hendaknya berpartisipasi aktif dalam pembangunan fasilitas-fasilitas untuk membaca.
3.2.4 Sebaiknya orang tua mengajari kebiasaan membaca kepada anak sejak dini dan memberikan contoh gemar membaca kepada anaknya.
3.2.5 Penyelenggara pendidikan hendaknya lebih kreatif dalam memberikan pengajaran yang bertujuan untuk meningkatkan daya tarik membaca .
DAFTAR PUSTAKA
Efendi, Joni Lis. 2007. Dirimu Harta Karun yang Tak Ternilai. Bandung: Media Qalbu.
Gie, The Liang. 2004. Cara Belajar yang Baik bagi Mahasiswa. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Lubis, Satria Hadi. 2007. Total Motivation. Yogyakarta: Pro You.
Zahler, Kathy A. 2001. 50 Cara Menuntun Anak agar Gemar Membaca. Jakarta: Prestasi Pustaka.






