KANGENNNNNNNNNNNNNN BANGETTTTTTTTTTTTTTTTT SAMA YG NAMANYA..............................
Kamis, 09 Februari 2012
KANGEN. KANGEN. KANGEN
Rabu, 25 Januari 2012
Artikel yang bagus nih!
sumber: catatankoas.blogspot.com
MEMILIH JADI DOKTER
Catatan: Ini adalah permenungan yang dituliskan oleh dr. Aditya Putra, yang kemarin dibacakan oleh dr. Alex Kusanto dalam pidatonya saat Sumpah Dokter FKUAJ Periode II/2011. Semoga bisa menjadi permenungan yang baik bagi para dokter.
Rekan sejawat yang terhormat..Read More......
Jika Anda ingin menjadi dokter untuk bisa kaya raya, maka segeralah kemasi barang-barang Anda. Mungkin fakultas ekonomi lebih tepat untuk mendidik anda menjadi businessman bergelimang rupiah. Daripada Anda harus mengorbankan pasien dan keluarga Anda sendiri demi mengejar kekayaan.
Jika Anda ingin menjadi dokter untuk mendapatkan kedudukan sosial tinggi di masyarakat, dipuja dan didewakan, maka silahkan kembali ke Mesir ribuan tahun yang lalu dan jadilah fir’aun di sana. Daripada Anda di sini harus menjadi arogan dan merendahkan orang lain di sekitar Anda hanya agar Anda terkesan paling berharga.
Jika Anda ingin menjadi dokter untuk memudahkan mencari jodoh atau menarik perhatian calon mertua, mungkin lebih baik Anda mencari agency selebritis yang akan mengorbitkan Anda sehingga menjadi artis pujaan para wanita. Daripada Anda bersembunyi di balik topeng klimis dan jas putih necis, sementara Anda alpa dari makna dokter yang sesungguhnya.
Dokter tidak diciptakan untuk itu, kawan.
Memilih menjadi dokter bukan sekadar agar bisa bergaya dengan BMW keluaran terbaru, bukan sekadar bisa terihat tampan dengan jas putih kebanggaan, bukan sekadar agar para tetangga terbungkuk-bungkuk hormat melihat kita lewat.
Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan pengabdian. Mengabdi pada masyarakat yang masih akrab dengan busung lapar dan gizi buruk. Mengabdi pada masyarakat yang masih sering mengunjungi dukun ketika anaknya demam tinggi.
Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan empati, ketika dengan lembut kita merangkul dan menguatkan seorang bapak tua yang baru saja kehilangan anaknya karena malaria.
Memilih jalan menjadi dokter adalah memilih jalan kemanusiaan, ketika kita tergerak mengabdikan diri dalam tim medis penanggulangan bencana dengan bayaran cuma-cuma.
Memilih jalan menjadi dokter adalah memilih jalan kepedulian, saat kita terpaku dalam sujud-sujud panjang, mendoakan kesembuhan dan kebahagiaan pasien-pasien kita.
Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan berbagi, ketika seorang tukang becak menangis di depan kita karena tidak punya uang untuk membayar biaya rumah sakit anaknya yang terkena demam berdarah. Lalu dengan senyum terindah yang pernah disaksikan dunia, kita menepuk bahunya dan berkata, “Jangan menangis lagi, pak, Insya Allah saya bantu pembayarannya.”
Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan kasih sayang, ketika dengan sepenuh cinta kita mengusap lembut rambut seorang anak dengan leukemia dan berbisik lembut di telinganya,”dik, mau diceritain dongeng nggak sama oom dokter?”
Memilih jalan menjadi dokter adalah memilih jalan ketegasan, ketika sebuah perusahaan farmasi menjanjikan komisi besar untuk target penjualan obat-obatnya, lalu dengan tetap tersenyum kita mantap berkata, “maaf, saya tidak mungkin mengkhianati pasien dan hati nurani saya”
Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan pengorbanan, saat tengah malam tetangga dari kampung sebelah dengan panik mengetuk pintu rumah kita karena anaknya demam dan kejang-kejang. Lalu dengan ikhlas kita beranjak meninggalkan hangatnya peraduan menembus pekat dan dinginnya malam.
Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan terjal lagi mendaki untuk meraih cita-cita kita. Bukan, bukan kekayaan atau penghormatan manusia yang kita cari. Tapi ridha Allah lah yang senantiasa kita perjuangkan.
Saat aku merasa takut dan cemas
Aku takut, blok keluhan berikut sudah aku lewati:
Selasa, 17 Januari 2012
Senin, 16 Januari 2012
:)
Senin, 09 Januari 2012
Minggu, 27 November 2011
Jumat, 18 November 2011
aku ingin mencintaimu dengan sederhana-dengan kata yang tak sempat diucapkan-kayu kepada api yang menjadikannya abu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana-dengan isyarat yang tak sempat disampaikan-awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
(Sapardi Djoko Damono)
Read More......Kamis, 03 November 2011
intermezzo :)
“Alasan kenapa seseorang tak pernah meraih cita-citanya adalah karena dia tak mendefinisikannya, tak mempelajarinya, dan tak pernah serius berkeyakinan bahwa cita-citanya itu dapat dicapai”
#di tengah beban amanah, galau akademis, dan padang masalah.
pasti bisa!
aku suka kamu, tak seperti saat aku bersama dia :D
Kamis, 27 Oktober 2011
Sedang mencari ide
Kamis, 06 Oktober 2011
intermezzo :)
JANJI
Jumat, 30 September 2011
Pahlawan di Balik Layar
Bila kalian pernah berkunjung ke Mesjid Kampus, yang letaknya tak jauh dari gedung Fakultas Kedokteran UNLAM Banjarbaru, cobalah perhatikan. Kalian akan menemui sosok-sosok perempuan dengan jilbab yang lebar. Kemudian akan terlihat pula kumpulan lelaki yang duduk bersila dan tampak serius, beberapa dari mereka ada yang berjanggut, maka aku adalah salah satu dari kumpulan lelaki yang biasa disebut ikhwan, sebutan yang aku rasa telah mengalami penyempitan.
***
“Tidak bisa! Silakan kamu keluar!”
Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Aku yang sedari tadi duduk kaku menahan gugup, takut, penuh harapan, kini seolah tak dapat berbuat apa-apa. “Ya Rabb tolong hamba.” batinku. Kukumpulkan kembali puing-puing semangat dan keberanian.
“Maaf sebelumnya Pak, apakah Bapak masih bisa mempertimbang…”
“Cukup!”
Tak sempat kuselesaikan, Pak Nurdin begitu cepat mengambil alih kendali.
“Saya tidak setuju dengan alasan Pendidikan Agama sudah termasuk mata kuliah yang wajib diambil setiap mahasiswa. Kalau kalian ingin membuat kajian Islam intensif umum yang sifatnya wajib untuk mahasiswa muslim, itu sama saja mubazir!” lontar Pak Nurdin lantang.
“Baik Pak, terima kasih.” jawabku singkat. Jujur,aku malas berdebat dengan beliau. Posisi beliau yang tercatat penting membuat aku enggan seolah tak ingin mencari masalah.
“Silakan kalian membuat kajian seperti itu. Toh selama ini, saya tidak pernah kan melarang kajian Islam yang diadakan KSI. Perlu ditekankan, kajian Islam itu sifatnya wajib untuk yang anggota KSI saja. Kecuali semua mahasiswa di kampus ini anggota KSI, baru saya ijinkan. Ha ha ha ha. Dipikir semua orang suka apa ikut kajian. Sana keluar! Saya sibuk.” ucap beliau sembari tersenyum sinis.
“Iya Pak. Assalamu`alaikum.” kuucapkan salam sembari keluar dari ruangan ber-AC ini.
***
“Hei. Akh Rija…”
Sayup-sayup kudengar ada yang memanggil namaku. Pasti seorang Ikhwan. Jelas saja, dia memanggil dengan sebutan Akh. Sebutan yang seolah hanya milik kelompok Ikhwan saja. Mahasiswa biasa yang bukan aktivis, seakan tak berhak menyandang gelar Akhi Ukhti. “Ck ck ck ck. Salah besar.” gumamku.
“Assalamu`alaikum.” salam seseorang sambil menepuk pundakku.
“Wa`alaikumussalam.” jawabku sambil menoleh. “Akh Fariz. Yang tadi memanggil ya? Afwan akh.”
“Santailah. Ada apa Akh? Nampaknya antum begitu lesu?”
“Begini akh, proker kaderisasi ana, kajian Islam intensif umum yang ana usulkan wajib dan dimasukkan dalam mata kuliah Agama, ternyata tidak disetujui oleh Pak Nurdin.”
“Inna lillah. Sabarlah Akh, Kita pasti akan berhadapan dengan beragam cobaan sebagaimana para dai generasi sebelumnya sejak Rasulullah . Kader dakwah harus tegar Akh dalam menghadapi ini semua.”
“Subhanallah. Luar biasa akh. Ana bersyukur punya saudara seperti antum. Syukron Akh.”
“Afwan. Inilah pentingnya kekuatan ukhuwah Akh. Oh iya, di Masjid Kampus sore ini ada kajian dengan Ustadz Rachman tentang Al Ghozwul Fikri. Datang ya Akh!”
“Insya Allah, nanti ana jarkomkan juga ke tiap angkatan Akh.”
“Sip.”
***
Jika kebetulan kalian bertanya kepada setiap mahasiswa di Kampus ini, bisa dipastikan jika mereka pasti selalu menerima jarkom sms terkait kajian yang diadakan Kelompok Studi Islam (KSI). Tapi, bisa dipastikan jika hanya 1 atau 2 bahkan mungkin tidak ada mahasiswa Muslim di luar anggota KSI yang mau berhadir. Hingga akhirnya terciptalah sebutan 4L (Loe Lagi Loe Lagi) untuk mereka para Ikhwan dan Akhwat yang rutin datang. Fenomena ini bukan rekaan, murni tanpa skenario.
***
Kulangkahkan kaki memasuki masjid kampus.
Sungguh sejuk mesjid ini. Angin sepoi-sepoi berembus, membuat aku lupa akan kejadian tadi pagi. Dengan saksama kudengarkan ceramah oleh Ustadz Rachman.
“Ikhwah Fillah, Al Ghozwul Fikri artinya perang pemikiran. Metodenya sekarang adalah 3F, Food, Fashion, dan Fun. Berhati-hatilah wahai Ikhwah Fillah.”
“Luar biasa usatadz ini.” batinku.
Tak terasa waktu menunjukkan pukul 18.00 WITA, kajian pun berakhir.
Kunyalakan mesin motorku. Kutancap gas menuju rumah kontrakan yang letaknya cukup jauh dari kampusku. Di tengah perjalanan, aku berpapasan dengan seorang lelaki tua yang bersepeda di pinggir jalan. Kuturunkan kecepatan hingga 20 km/jam. Kulihat lewat spion, siapakah lelaki itu, rasa-rasanya aku kenal. Benar saja. Pak Jarno rupanya, satpam yang biasa bertugas membuka dan menutup seluruh gedung di Kampus, pernah juga kulihat beliau membersihkan ruangan. Kemudian aku berlalu, moodku enggan menegur beliau.
***
”Baiklah kita akhiri majelis ilmu ini dengan mengucap hamdalah, istighfar, dan doa kifaratul majelis”
“Subhaanakalloohumma wa bihamdika ayhadu allaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubuilaik”
Tiba-tiba seorang akhwat mengagetkanku. “Akh, kami ijin duluan soalnya takut pulangnya magrib.”
“Tafadhol Ukh.” jawabku tegas.
Satu per satu ikhwah meninggalkan ruangan. Aku tertinggal sendiri karena harus menyelesaikan amanah sebagai koor perlengkapan. Dengan sigap kurapikan kursi-kursi, kusimpan LCD dan laptop, kumatikan AC, kemudian aku beranjak keluar. Alangkah terkejutnya saat aku berpaling usai menutup pintu.
“Pak Jarno.” spontan aku menyapa.
“Udah selesai nak acaranya?” sahut Pak Jarno.
“Alhamdulillah sudah Pak.”
“AC dan kursi di dalam?”
“Oh, sudah Pak tadi saya bereskan.”
Pak Jarno sejenak diam. Kemudian berkata “Makasih nak, Bapak udah dibantu.”
“Wah, Bapak ini kayak apa aja, memang sudah tugas saya Pak. He he he.”
“Enggak nak, ini memang menjadi tugas saya.” Pak Jarno tersenyum.
Ku balas senyum beliau. Kemudian aku teringat, ada sisa konsumsi 1 nasi kotak. Kuserahkan saja kepada beliau pikirku.
“Ini buat bapak.”
“Wah gak usah repot-repot, buat kamu aja.”
“Ambillah Pak, ini rezeki untuk Bapak.”
Pak Jarno langsung mengambil seraya berkata “Makasih Nak. Boleh aku tahu siapa namamu?”
“Saya Rija, Pak”
Itulah sekilas perkenalan dengan Pak Jarno. Bukan siapa-siapa. Bukan orang istimewa setingkat Pak Nurdin. Namun sejak saat itu, tiap kali kami berpapasan, selalu saling tegur dan sapa. Parah juga, aku yang sudah hampir 2 tahun di kampus ini, baru sekarang berkenalan dengan beliau.
***
Sore hari, seusai pulang Syuro. Aku bermaksud mengambil titipan di pos satpam. Ada Pak Jarno tentunya. Tiba-tiba beliau langsung bertanya.
“Ja, boleh bapak nanya sesuatu?”
Sontak aku kaget. Kali ini Pak Jarno begitu serius. “Iya Pak, silakan.” jawabku.
“Nak, bapak percaya kalau kamu bukan pengikut aliran macam-macam dan sebagainya. Iya kan?”
Deg. Penyataan sekaligus pertanyaan ini seolah menghantam dadaku.
“Eh, iya pak, memangnya ada apa Pak?” aku balik bertanya.
“Entah mengapa nak, ada saja yang berpikiran negatif dengan aktivitas kalian. Mungkin.., karena kalian nampak begitu sibuk dengan berbagai aktivitas.”
“Begini Pak, insya Allah yang kami lakukan ini murni untuk menolong Agama Allah, menegakkan syariat untuk mewujudkan kampus serta masyarakat yang madani, Pak.” tuturku singkat.
***
Kini aku lebih akrab dengan Pak Jarno dan beberapa satpam serta cleaning service lainnya. Dari merekalah, aku mengetahui unek-unek mereka selama ini dengan mahasiswa. Kekesalan saat ada beberapa mahasiswa yang kurang bertanggung jawab, berbicara kurang sopan, kadang suka memerintah, dan selalu minta dilayani. Termasuk beberapa pandangan mereka mengenai aktivis kampus.
“Kalau menurut bapak, aktivis itu memang terlihat eksklusif di mata masyarakat. Wong penampilannya saja udah sangat beda. Yang laki kumpulnya sama laki, yang wanitanya gak mau kalau berjabat tangan dengan laki-laki.” Pak Jarno berurai panjang lebar.
“Saya minta maaf sebelumnya Pak. Untuk soal pakaian atau mungkin tingkah laku kami selama ini. Bukannya kami ingin tampil berbeda dengan orang kebanyakan Pak, tetapi apa yang kami lakukan ini semata-mata memang sudah kewajiban yang tercantum di dalam Al-Qur`an.” tanggapku dengan lembut.
“Iya nak, untuk itu bapak setuju. Gini aja pesan Bapak…” Pak Jarno sesaat terdiam.
“Cobalah sedikit lebih peka nak!”
Jlebbb. Aku terdiam. Sungguh dalam kata-kata beliau.
Hening sejenak.
Tiba-tiba selintas ide muncul, berputar-putar dibenakku.
***
# ide apakah itu? karena cerpennya gak menang, jadinya gak dilanjutin deh, biar pembaca penasaran, hahaha :D
Read More......Softdrink dan Masalah pada Otot
Salam super! Memasuki bulan ke-10, HIMA PSPD berharap agar rekan mahasiswa semakin optimis dan sehat.
Softdrink, cola, atau minuman bersoda pasti sudah tak asing lagi bagi kita. Tak sedikit rekan mahasiswa yang memilih minum softdrink saat berkumpul seusai kuliah atau sekedar nongkrong di sebuah tempat makanfastfood misalnya.
Para ahli memperingatkan, minum terlalu banyak softdrink dapat menyebabkan penurunan kadar kalium atau yang disebut hipokalemia. Apakah hipokalemia itu? Konsentrasi kalium ekstrasel normalnya diatur dengan tepat kira-kira 4,2 mEq/L, jarang sekali naik atau turun lebih dari 0,3 mEq/L. Nah, pengaturan yang tepat ini sangatlah penting karena banyak sekali fungsi sel yang sensitif terhadap perubahan konsentrasi kalium ekstrasel ini. Ternyata sel kita kalau sudah sensitif lebih bahaya daripada mahasiswa yang sedang galau. Contoh: kalau kelebihan konsentrasi kalium ekstrasel (hiperkalemia) bisa mengakibatkan henti jantung, bahaya kan! Begitu juga kalau kehilangan sedikit kalium ekstrasel dapat menyebabkan hipokalemia yang tak kalah bahayanya apabila tidak ada respon kompensasi yang cepat dan tepat.
Sebuah studi menemukan penurunan kadar kalium dapat menyebabkan masalah pada fungsi otot yang vital, berupa kelemahan ringan atau lumpuh sementara. Studi kasus yang dijelaskan di International Journal of Clinical Practice edisi Juni 2009, mengatakan "Kita yanglebih banyak minum softdrink dibandingkan sebelumnya, akan mendapatkan sejumlah masalah kesehatan, termasuk masalah gigi, demineralisasi tulang dan pengembangan sindroma metabolik dan diabetes”.
Ada banyak bukti bahwa konsumsi cola berlebihan mengarah ke hipokalemia. Dr. Elisaf mengatakan tiga bahan paling umum dalam cola yaitu glukosa, fruktosa dan kafein, dapat memberikan kontribusi pada hipokalemia. Peran masing-masing bahan dalam patofisiologi hipokalemia yang diinduksi cola belum ditentukan dan mungkin berbeda untuk setiap individu. Namun demikian, dalam sebagian besar kasus yang dikaji, kafein diperkirakan memainkan peran yang paling penting. Namun demikian, meskipun produk cola bebas kafein, masih pula dapat menyebabkan hipokalemia karena kandungan fruktosanya dapat menyebabkan diare," kata dr. Elisaf. (NFA).
Bagaimana sobat mahasiswa? Mari kita kurangi atau mungkin tinggalkan sama sekali yang namanyasoftdrink. Mahasiswa harus hidup sehat. Selama kita beraktivitas, bahkan tidur sekalipun, sel tubuh kita tidakpernah berhenti bekerja, metabolisme sel-sel terus berjalan dan air dalam tubuh membantu sel-sel bekerja. Jadi, mari kita bantu sel dengan mengonsumsi air putih 8 gelas perhari. Tahukah sobat? Dalam proses tumbuh kembang, berat fetus 90% terdiri dari air, pada bayi baru lahir 70-80%, sedangkan pada orang dewasa 50% (IKA FKUI). Otak dan darah adalah organ yang memiliki kandungan air paling tinggi. Wah, betapa pentingnya air! Mari minum air tapi jangan sembarang air, lalu, air yang seperti apakah? Ah, mahasiswa pasti sudahmengetahui syarat air yang sehat. Selamat minum air untuk selamatkan 100 trilyun sel tubuh! WASAKA!
Oleh: mahasiswi smt 5 yg memikirkan KTI
memori sahabat
KAGUM sama BEDAH dan ORTHOPEDI
Rabu, 28 September 2011
untitled
Minggu, 04 September 2011
sabtu 3 september 2011 pukul 10.30
:) tersenyumlah. Lanjutkan perjuangan anda! sejauh ini begitu membanggakan. Biarkan menjadi salah satu motivasi untuk saya!
Read More......






